JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Utara**, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Utara tengah melakukan berbagai upaya preventif untuk mencegah munculnya polarisasi serta permasalahan yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (*SARA*) selama pelaksanaan Pilkada Jakarta 2024. Anggota Bawaslu Jakarta Utara, Mohamad Sobirin, menjelaskan bahwa sesuai dengan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dikeluarkan oleh Bawaslu DKI, terdapat sejumlah isu yang menjadi perhatian, antara lain polarisasi, *money politics*, dan *SARA*. Meski penilaian ini mengisyaratkan adanya potensi kerawanan sosial akibat perbedaan pandangan politik, Sobirin menegaskan bahwa hingga saat ini, kondisi tersebut belum terbukti terjadi di lapangan. "Sampai dengan hari ini, kami belum menemukan indikasi adanya permasalahan tersebut, tetapi kami tetap berkomitmen untuk mengantisipasi segala kemungkinan," ujar Sobirin. Ia menambahkan bahwa meskipun belum ada kasus yang terlihat, Bawaslu Jakarta Utara terus melakukan langkah-langkah pencegahan untuk memastikan situasi tetap kondusif. Bawaslu Jakarta Utara telah melaksanakan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat di berbagai tingkat, yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan pelaksanaan pemilu sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada masyarakat mengenai pentingnya pelaksanaan pilkada yang damai dan tertib. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengadakan deklarasi pemilu damai baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kota yang telah dilaksanakan di Kantor Wali Kota Jakarta Utara. "Kami harap deklarasi ini dapat disebarluaskan oleh tim pengawas hingga ke lapisan terbawah, sehingga dipahami dan diterima masyarakat secara luas," tambahnya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menetapkan tiga pasangan calon untuk posisi Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan bertanding dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta. Ketiga pasangan tersebut adalah Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) sebagai nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dari jalur independen dengan nomor urut 2, dan Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) sebagai nomor urut 3. Dengan berbagai langkah ini, Bawaslu Jakarta Utara berharap dapat menciptakan suasana yang aman dan damai selama proses pemilihan kepala daerah berlangsung. ANTARA