AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Ambon, yang terletak di Maluku, baru saja melaksanakan layanan ekspor perdana ikan kayu atau *katsuobushi* ke Korea Selatan. Ekspor ini dilakukan oleh perusahaan UD Rizky Fattah Katsuo Maluku Barokah dan mencatatkan nilai devisa sebesar 36.960 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp578 juta. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Bea Cukai Ambon, Farid Irfan, yang mengungkapkan berita baik tersebut di Ambon pada hari Jumat. Proses ekspor ini membawa komoditas ikan kayu dengan berat total mencapai 6,16 ton yang dimuat dalam kontainer berukuran 20 kaki. Ikan kayu tersebut dikirim melalui pelabuhan di Ambon dan selanjutnya akan diangkut menuju pelabuhan ekspor Tanjung Perak sebelum diteruskan ke Incheon, Korea Selatan. Farid Irfan juga menekankan bahwa keberhasilan ekspor perdana ini merupakan hasil dari kolaborasi yang baik, sinergi, dan koordinasi antara Bea Cukai Ambon dengan berbagai instansi terkait. Di antara institusi tersebut adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku, serta Balai Karantina Ikan Hewan dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku. Juga terdapat Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Maluku yang turut terlibat dalam proses ini. Diharapkan, melalui kegiatan ekspor ini, komoditas hasil laut di Indonesia Timur, khususnya wilayah Maluku, seperti ikan kayu dapat menjadi unggulan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan potensi pendapatan daerah serta menciptakan lapangan kerja baru demi kesejahteraan masyarakat setempat. Kantor Bea Cukai Ambon juga telah menyiapkan layanan khusus melalui tim dukung ekspor dan klinik ekspor, yang siap memberikan bantuan dan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tujuan dari program ini adalah untuk mempermudah mereka dalam melakukan ekspor dan memasuki pasar internasional. *Katsuobushi*, yang merupakan makanan yang diawetkan dari bahan baku ikan cakalang atau *katsuo*, adalah bahan dasar yang sering digunakan dalam masakan Jepang. Bahan ini biasanya ditaburkan di atas hidangan seperti *hiyayako* (tahu dingin), *okonomiyaki*, dan *takoyaki*. Kandungan *katsuobushi* yang kaya akan vitamin B kompleks serta unsur umami menjadikannya sebagai bumbu dapur yang sering digunakan untuk meningkatkan cita rasa masakan. Dengan nilai ekonomi yang tinggi, *katsuobushi* kini semakin diminati di pasar internasional, termasuk di Korea Selatan. ANTARA