JAKARTA –
**Borneonews - Jenewa**, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan situasi kritis di Gaza utara, yang kini hampir tidak memiliki layanan kesehatan. Hal ini terjadi akibat larangan yang diberlakukan oleh Israel terhadap misi bantuan kemanusiaan yang mencoba memasuki wilayah tersebut. Tedros menjelaskan bahwa dua upaya misi yang dilakukan oleh WHO untuk mencapai Gaza utara telah ditolak oleh pihak pendudukan Israel. Melalui pernyataannya di platform *X*, ia menyatakan, "Kami mendesak Israel untuk menghentikan perintah evakuasi ini dan memberikan perlindungan kepada rumah sakit." Ia menekankan bahwa kondisi di Gaza utara sangat memprihatinkan, di mana hampir semua fasilitas kesehatan telah hilang, sehingga orang-orang yang terperangkap di dalamnya tidak memiliki tempat untuk menuju. Ia kembali menegaskan pentingnya akses untuk misi kemanusiaan, dengan menyatakan bahwa "Kehidupan orang-orang bergantung pada upaya ini." Selain itu, Tedros juga menyerukan agar Israel melakukan langkah untuk mengadakan gencatan senjata, agar semua individu yang berada di tengah konflik ini dapat memperoleh ketenangan dan perlindungan yang mereka butuhkan. Dalam situasi yang semakin mendesak ini, WHO meminta perhatian lebih terhadap kebutuhan mendesak masyarakat sipil yang terjebak di konflik tersebut, di mana mereka mempertaruhkan hidup mereka setiap harinya. Dengan demikian, pengertian dan kerjasama dari semua pihak sangat diharapkan untuk menghentikan penderitaan yang berkepanjangan ini. ANTARA