PADANG –
**Borneonews - Pariaman**, Penjabat (Pj) Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, Roberia, menekankan pentingnya untuk melanjutkan gerakan bersih pantai agar objek wisata di daerah tersebut tetap nyaman bagi wisatawan. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata. Roberia menyampaikan harapannya agar inisiatif untuk membersihkan pantai ini dapat dilanjutkan oleh pemimpin daerah yang baru, terlepas dari siapa yang akan memegang tampuk kepemimpinan Kota Pariaman di masa mendatang. Ia menambahkan bahwa Pariaman dikenal sebagai kota wisata bahari, sehingga kehadiran sampah di lokasi wisata dapat menimbulkan kesan tidak baik di mata para pengunjung. Sangat penting untuk menjaga kebersihan di area pantai agar dapat menarik lebih banyak pengunjung. Menurutnya, jika objek wisata di Pariaman bebas dari sampah, wisatawan akan merasa lebih nyaman saat berlibur di kota yang dijuluki Kota Tabuik ini. Hal ini tentu saja berkontribusi pada peningkatan angka kunjungan yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap kondisi ekonomi masyarakat setempat. Pj Wali Kota juga mengungkapkan bahwa selama masa kepemimpinannya, ia secara rutin mengadakan aksi bersih pantai, termasuk dalam program Gerakan Satu Jam Menyapu (*GSM*), yang melibatkan aparatur sipil negara dan elemen masyarakat lainnya. Selain itu, terdapat pula inisiatif Gerakan 1491, yang melibatkan 1.491 tenaga honorer untuk membersihkan kawasan pantai, dilaksanakan setiap pagi mulai dari tanggal 8 Oktober hingga 11 Oktober. Ia juga menghimbau para pedagang yang beroperasi di sekitar kawasan objek wisata pantai untuk turut serta dalam upaya menjaga kebersihan pantai. Walaupun sebagian sampah di pantai disebabkan oleh gelombang laut, hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak melakukan tindakan pembersihan. Sebelumnya, sebanyak 1.491 tenaga honorer di Kota Pariaman telah berpartisipasi dalam program Gerakan 1491 sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan kawasan objek wisata pantai. Roberia menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan ini dibagi menjadi dua jadwal, di mana tenaga honorer dari organisasi perangkat daerah teknis pada umumnya dimulai pada pukul 06.30 WIB sampai 07.30 WIB, sedangkan para guru honorer mulai beraktivitas pada pukul 06.30 WIB hingga 07.00 WIB. ANTARA