**Borneonews - Palu**, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di daerah ini. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui penyelenggaraan Festival Warisan Budaya yang akan berlangsung pada tahun 2024.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sulawesi Tengah, Fahrudin Yambas, menegaskan pentingnya festival ini dalam upaya mempertahankan dan merawat kekayaan budaya. Dalam pembukaan festival yang dilaksanakan di Palu, ia menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan budaya sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan masyarakat.
Fahrudin juga menjelaskan bahwa Festival Warisan Budaya sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan kebudayaan di Sulawesi Tengah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi para pelaku seni, sehingga mereka dapat menghasilkan karya yang berkualitas tinggi. Ia memberikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah atas terselenggaranya acara ini.
Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Kebudayaan telah mengajukan sebanyak 37 usulan *WBTB* (Warisan Budaya Tak Benda) yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Diharapkan, festival ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mendidik masyarakat untuk lebih memahami dan melestarikan warisan budaya lokal.
Momentum festival ini tentu bukan sekadar hiburan dan tontonan, tetapi juga untuk membangkitkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli dan bangga dengan kebudayaan warisan nenek moyang kita, ujar Fahrudin.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan Sulawesi Tengah, Ikhsam Djorimi, mengungkapkan bahwa festival tahun ini diikuti oleh 13 kabupaten dan kota di wilayah Sulawesi Tengah. Festival ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi, kreativitas, serta kualitas karya para pelaku seni, dan juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang seni dan budaya.
Sebagai bagian dari kegiatan ini, masing-masing daerah juga menyelenggarakan lomba tradisional, termasuk lomba *sumpit* atau *soro*. Setiap daerah menampilkan ciri khas uniknya melalui pakaian dan peralatan sumpit yang digunakan. Penilaian lomba didasarkan pada ketepatan anak sumpit yang mengenai dan menancap pada lingkaran sasaran yang telah ditetapkan, di mana setiap lingkaran memiliki nilai yang berbeda-beda sesuai dengan ketentuan panitia.
Festival ini juga merupakan bentuk upaya kami untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya di Sulawesi Tengah, yang semakin jarang dikenal oleh masyarakat, terutama generasi muda, tutup Ikhsam.
ANTARA
Pemerintah Sulawesi Tengah Gelar Festival Warisan Budaya 2024
Bagikan:

PALU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tujuh WNI yang Diamankan di Kapal MT Global Terkait Narkoba Dilepaskan
Pemda Diminta Antisipasi Kebutuhan Akhir Tahun Melalui Operasi Pasar Bersama Bulog
Polda Kalteng Terima 105 Personel dari Mabes Polri
Rumah Pribadi di Kuala Kapuas Jadi Tempat Berlindung 18 Kucing Terlantar
Pembangunan Jembatan Walter Condrad Kotim Ditarget Rampung Desember 2026
Sastra Tutur Dayak Terancam Terpinggirkan, Masyarakat Diajak Lestarikan Bahasa Daerah
Komentar (0)
Memuat komentar…







