JAKARTA –
**Borneonews - Vientiane, Laos**, Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin, menegaskan bahwa serangan yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap personel penjaga perdamaian dan fasilitas di Markas UNIFIL, Naqoura, Lebanon, perlu menjadi perhatian serius bagi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pernyataan ini disampaikan oleh Ma'ruf Amin dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN-PBB, yang dihadiri oleh sebelas pemimpin negara anggota ASEAN serta Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Wapres Indonesia mengungkapkan kekecewaannya dan mengecam tindakan Israel yang mengakibatkan dua personel asal Indonesia mengalami cedera. Menurut Wapres, insiden tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Ia menekankan pentingnya respons dari Dewan Keamanan PBB terhadap situasi ini. "PBB merupakan pemandu dalam berbagai upaya multilateralisme, dan ASEAN berkomitmen untuk berperan serta dalam menciptakan solusi," ungkapnya saat berbicara di KTT yang merupakan bagian dari rangkaian KTT Ke-45 ASEAN di Vientiane. Ma'ruf Amin juga mengingatkan bahwa Sidang Majelis Umum PBB ke-79 baru saja berlangsung, di mana diskusi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kondisi dunia saat ini sedang tidak dalam keadaan baik. Ia menyoroti tantangan yang dihadapi bangsa Palestina sebagai sebuah tantangan besar bagi kita semua dalam menegakkan prinsip-prinsip multilateralisme dan penerapan hukum internasional secara konsisten. “Selama tujuh dekade, hak-hak bangsa Palestina belum dapat terpenuhi. Kondisi di Palestina tidak semakin baik, malah sebaliknya. Saat ini konflik semakin meluas di kawasan Timur Tengah. Kita semua berharap agar eskalasi perang dapat dihindari,” lanjutnya. Wapres menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung berbagai program PBB dan misi kemanusiaan, khususnya terkait serangan Israel ke UNIFIL yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Ia menambahkan bahwa penyelesaian melalui pendekatan Solusi Dua Negara harus tetap menjadi landasan utama dalam upaya mencapai perdamaian di Palestina. Dengan demikian, kemitraan antara ASEAN dan PBB diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan serta membangun solidaritas global, sesuai dengan yang termuat dalam Pakta untuk Masa Depan. ANTARA