SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Hal ini terbukti dengan tercatatnya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,85 persen pada triwulan kedua tahun 2024. Kepala Bank Indonesia Kaltim, Budi Widihartanto, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi di daerah ini menunjukkan angka yang lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi regional Kalimantan dan juga nasional. Menurutnya, dengan pertumbuhan sebesar 5,85 persen, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Timur atas dasar harga berlaku mencapai Rp214,64 triliun. Sementara itu, jika dilihat dari sisi harga konstan, PDRB tersebut tercatat sebesar Rp141,34 triliun. Budi menjelaskan bahwa sektor konstruksi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan ini. Hal ini sejalan dengan aktivitas pembangunan yang terus berlangsung di IKN dan meningkatnya investasi yang turut memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dari sisi pengeluaran. Namun, di sisi lain, sektor pertambangan dan ekspor mengalami sedikit pelambatan pada triwulan kedua tahun 2024. Hal ini disebabkan oleh menurunnya produksi batu bara akibat curah hujan yang tinggi. Selain itu, adanya penurunan permintaan batu bara dari negara mitra dagang utama, seperti China, juga turut berperan dalam penurunan ini. Selama pertemuan Temu Responden 2024, Budi juga menyoroti bahwa penurunan permintaan batu bara oleh China diakibatkan oleh peningkatan pasokan batu bara domestik dari negara tersebut. Meskipun demikian, Budi optimis bahwa investasi di Kaltim tetap menunjukkan prospek yang menjanjikan. Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) yang masuk ke daerah ini cukup tinggi. Hingga semester pertama tahun 2024, nilai PMDN yang telah masuk ke Kaltim mencapai Rp24,4 triliun, menempatkan Kaltim di peringkat kelima secara nasional. Selain itu, penanaman modal asing yang masuk sebesar 589 juta dolar AS menempatkan Kaltim di peringkat 15 secara nasional. Acara yang dibuka oleh Budi ini dihadiri oleh sekitar 170 tamu undangan, yang terdiri dari perwakilan instansi vertikal, organisasi pemerintahan daerah (OPD), akademisi, dan seluruh korporasi yang berada dalam wilayah kerja Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur sebagai responden survei ekonomi. ANTARA