**Borneonews - Kudus**, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus di Jawa Tengah, melalui Dinas Pertanian dan Pangan, telah melaksanakan sebuah pasar murah sebagai upaya untuk mengendalikan dan menstabilkan harga kebutuhan pokok. Dalam kegiatan ini, disediakan berbagai komoditas, termasuk beras sebanyak 6 ton dan beragam bahan pangan lainnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan pasar murah ini adalah untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap harga yang lebih terjangkau. Selain beras, berbagai komoditas yang ditawarkan meliputi telur ayam, minyak goreng, bawang merah, dan gula pasir.
Stok yang disediakan cukup melimpah, dengan rincian 400 kilogram untuk telur ayam, 240 liter untuk minyak goreng, 50 kilogram untuk bawang merah, serta 500 kilogram untuk gula pasir. Dia memastikan bahwa semua komoditas dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran.
Sebagai contoh, beras berlabel Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (*SPHP*) dijual seharga Rp56.000 untuk kemasan 5 kilogram. Sementara, beras dari petani dijual pada harga Rp58.000 untuk kemasan yang sama, sedangkan di pasar umum, beras tersebut dijual dengan harga mencapai Rp65.000 per 5 kilogram.
Untuk komoditas telur ayam, harga yang ditawarkan adalah Rp23.000 per kilogram, sedangkan harga di pasaran biasanya mencapai Rp26.000 per kilogram. Begitu pula dengan harga minyak goreng yang dijual seharga Rp16.000 per liter, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang biasanya Rp17.000 per liter. Sedangkan, bawang merah dan gula pasir, masing-masing ditawarkan dengan harga Rp22.000 dan Rp16.000 per kilogram. Di pasaran, harga bawang merah dapat mencapai Rp23.000 per kilogram dan gula pasir sekitar Rp17.000 per kilogram.
Pasar murah ini dilaksanakan sebagai bagian dari "Gerakan Pangan Murah," yang bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS). Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian dan Pangan menggandeng 40 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Didik menjelaskan, komoditas yang tersedia dalam pasar murah tersebut habis terjual seluruhnya. Hal ini mengindikasikan tingginya kebutuhan masyarakat akan bahan pangan sehari-hari. Selain itu, pelaksanaan pasar murah ini juga merupakan salah satu strategi untuk menekan laju inflasi dan memutus rantai distribusi, sehingga harga pangan menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.
ANTARA
Pasar Murah di Kudus, Dukung Stabilitas Harga Pangan
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aston Martin Gunakan Livery Spesial di GP Amerika Serikat
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Modal
Bank Mandiri Beri Nilai Tambah ke Pemegang Saham Lewat Dividen-Buyback
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
Komentar (0)
Memuat komentar…







