AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Maluku melaksanakan kampanye untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental di tempat kerja bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Jiwa Nasional. Direktur RSKD Maluku, dr. Sherly Yakobus, menjelaskan bahwa kampanye ini mencakup berbagai kegiatan seperti jalan sehat, senam bersama pasien yang mengalami gangguan jiwa (*ODGJ*), serta lomba tarian cha-cha. Kegiatan tersebut diadakan dengan tujuan untuk menyoroti bagaimana kesehatan mental dapat mempengaruhi performa dan pencapaian kerja karyawan. Dalam konteks perkembangan zaman yang semakin cepat, para pekerja, terutama mereka yang lebih senior, perlu melakukan banyak penyesuaian. Misalnya, guru yang berusia di atas 40 tahun mungkin menemukan sistem komputer yang baru cukup sulit untuk dioperasikan. Hal ini bisa menyebabkan kebingungan dan meningkatkan stres yang mereka alami. Jika tidak ditangani dengan baik, stres dari masalah kecil ini berpotensi mengganggu kondisi mental seseorang. Selain faktor adaptasi, dr. Sherly juga menyoroti perundungan dan pelecehan seksual sebagai masalah serius yang bisa memicu gangguan kesehatan mental di lingkungan kerja. Ia mencatat bahwa saat ini, kasus pelecehan seksual antara atasan dan bawahan, maupun antar rekan kerja, semakin meningkat. Tindakan yang awalnya dianggap lelucon, jika tidak disadari, bisa berujung pada pelecehan yang merugikan terutama bagi perempuan, sehingga meningkatkan risiko gangguan mental. Perundungan di tempat kerja juga menjadi salah satu penyebab utama gangguan psikologis yang dialami oleh banyak pekerja saat ini. Oleh karena itu, dr. Sherly mendorong setiap pekerja untuk meluangkan waktu bagi diri mereka sendiri, baik untuk beristirahat maupun melakukan aktivitas positif yang dapat membantu menjaga kesehatan mental. Penting juga bagi para pimpinan perusahaan untuk bersikap profesional dan humanis. Membangun kedekatan serta hubungan kekeluargaan dengan seluruh karyawan, bahkan hingga ke level staf terendah, merupakan langkah yang diperlukan. Dalam hal ini, pimpinan kantor juga disarankan untuk memberikan penghargaan kepada karyawan atas kinerja mereka, melalui bonus atau acara kebersamaan yang melibatkan keluarga. Kegiatan seperti ini dapat memperkuat hubungan di tempat kerja serta mengurangi risiko gangguan kesehatan mental. ANTARA