JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, pemerintahannya telah mencapai kemajuan signifikan dalam infrastruktur transportasi, termasuk berhasil menyelesaikan pembangunan jalan tol sepanjang 2.433 kilometer. Dalam sambutannya di Istana Garuda, Nusantara, Kalimantan Timur, pada hari Jumat, Jokowi mencatat bahwa sebelum masa jabatannya, Indonesia hanya mampu membangun sekitar 780 kilometer jalan tol selama empat dekade. Hal ini menggambarkan adanya lonjakan yang luar biasa dalam pengembangan infrastruktur jalan tol selama era kepemimpinannya. Pernyataan tersebut disampaikan saat Jokowi membuka Forum CEO Kompas 100, yang juga disiarkan secara daring dari Jakarta. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan Cina, yang telah membangun jaringan jalan tol sepanjang 48.000 kilometer. Lebih lanjut, Jokowi menekankan bahwa sejak ia menjabat pada tahun 2014, pemerintah Indonesia telah merampungkan pembangunan 26 bandara baru dan 25 pelabuhan baru, di samping melakukan revitalisasi terhadap 164 pelabuhan yang sudah ada. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas transportasi baik melalui udara maupun laut. Jokowi juga menguraikan berbagai sistem transportasi publik yang telah dikembangkan selama sepuluh tahun terakhir, termasuk pembangunan dan pengoperasian sistem *Mass Rapid Transit* (MRT) yang menghubungkan bagian selatan dan tengah Jakarta. Ia menegaskan bahwa rute operasional layanan transportasi publik ini akan diperluas guna menjangkau lebih banyak masyarakat. Sistem *Light Rapid Transit* (LRT) yang melayani wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi juga menjadi sorotan. Jokowi menggarisbawahi bahwa pembangunan infrastruktur ini akan terus dikembangkan untuk meningkatkan cakupan layanan transportasi. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga mengapresiasi keberhasilan pengembangan dan pengoperasian layanan kereta cepat pertama di Asia Tenggara, yang membentang sepanjang 148 kilometer dari Jakarta menuju Bandung. Meski demikian, ia kembali membandingkan pencapaian ini dengan Cina, yang memiliki lebih dari 45.000 kilometer jaringan kereta cepat. Dengan berbagai proyek infrastruktur yang sedang dan telah dilaksanakan, Presiden Jokowi berharap dapat merapatkan ketertinggalan Indonesia dalam hal transportasi dan memastikan kemajuan dalam sektor ini akan terus berlanjut. ANTARA