BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang damai dan bebas dari konflik. Penjabat Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma, menekankan pentingnya menjaga suasana harmonis di tengah perbedaan pilihan politik. Beliau menyatakan, "Membeda pilihan adalah hal yang wajar dan tidak seharusnya dijadikan sebagai alasan untuk menimbulkan permusuhan atau konflik di antara warga. Oleh karena itu, mari kita semua berkomitmen untuk mewujudkan pilkada ini dengan damai dan tanpa perpecahan." Ajakan tersebut disampaikan oleh Cut Syazalisma dalam acara zikir dan doa bersama yang bertujuan memperkuat komitmen akan pilkada damai, yang berlangsung di Masjid Agung Istiqamah, yang terletak di Tapaktuan, ibu kota Kabupaten Aceh Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat, menunjukkan dukungan kolektif untuk proses demokratis ini. Cut Syazalisma mengungkapkan bahwa pelaksanaan pilkada serentak di seluruh Indonesia merupakan bagian penting dari proses politik untuk memilih kepala daerah, termasuk di Kabupaten Aceh Selatan. Masyarakat setempat memiliki hak untuk menentukan pemimpin mereka selama lima tahun ke depan, sehingga sangat penting untuk memperlihatkan kedewasaan dalam berpolitik. Ia melanjutkan, "Dalam setiap rangkaian pemilihan, pasti akan muncul perbedaan pendapat. Namun, marilah kita selalu mengedepankan kedewasaan berpolitik dan menguatkan prinsip persaudaraan di antara kita." Pilkada di Kabupaten Aceh Selatan akan bersamaan dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota di seluruh Indonesia. Pada pemilihan mendatang, terdapat empat pasangan calon yang akan bertarung. Mereka adalah Darmasah dan Sudirman, Mirwan Ms dan Baital Mukadis, Tgk Amran dan Akmal Ah, serta Hendri Yono dan Mirwan. Pemilihan ini dijadwalkan akan berlangsung pada 27 November 2024. ANTARA