**Borneonews - Jakarta**, Hadiah Nobel Perdamaian untuk tahun 2024 diberikan kepada Nihon Hidankyo, suatu organisasi akar rumput asal Jepang yang berfokus pada gerakan anti-senjata nuklir. Pengumuman ini disampaikan oleh Komite Nobel pada hari Jumat lalu.
Organisasi ini diapresiasi dengan penghargaan tersebut karena komitmennya dalam menciptakan dunia yang bebas dari ancaman senjata nuklir. Mereka menegaskan melalui berbagai pernyataan dari para saksi bahwa penggunaan senjata nuklir seharusnya tidak diperbolehkan lagi. Hal ini tercantum dalam siaran pers yang dirilis oleh Komite Nobel yang diterima di Jakarta.
Nihon Hidankyo, yang dalam bahasa Jepang berarti "Konfederasi Persatuan Korban Bom A dan H Jepang", didirikan pada tahun 1956 oleh para penyintas pengeboman nuklir di Hiroshima dan Nagasaki. Para penyintas ini dikenal sebagai *Hibakusha*, dan lembaga ini lahir dari pengalaman mereka di akhir Perang Dunia II, ketika kekejaman senjata nuklir memunculkan dampak yang mendalam secara kemanusiaan.
Komite Nobel menggarisbawahi betapa pentingnya peran saksi, yaitu para *Hibakusha*, yang melalui cerita-cerita pribadi dan kampanye pendidikan telah berkontribusi besar dalam membangun gerakan global melawan senjata nuklir. Kehadiran dan narasi mereka dalam mendorong kesadaran global mengenai bahaya senjata pemusnah massal itu sangat krusial.
Secara konsisten, Nihon Hidankyo telah menerbitkan ribuan testimoni, resolusi, serta desakan publik. Mereka juga aktif dalam mengirimkan delegasi untuk menghadiri agenda PBB serta konferensi perdamaian internasional yang bertujuan untuk mengingatkan masyarakat global mengenai bahaya yang ditimbulkan oleh senjata nuklir serta pentingnya upaya pelucutan senjata tersebut.
Melalui gerakan global yang dipelopori oleh Nihon Hidankyo, telah muncul stigma bahwa penggunaan senjata nuklir adalah sesuatu yang tidak dapat diterima secara moral. Sejak hampir delapan dasawarsa yang lalu, senjata nuklir tidak lagi digunakan dalam konflik bersenjata. Hal ini menandakan adanya perkembangan positif dalam pandangan dunia terhadap senjata pemusnah massal.
Komite Nobel menyatakan, "Para *Hibakusha* membantu kita untuk menjelaskan hal-hal yang tidak dapat diceritakan, merumuskan apa yang sebelumnya tidak terpikirkan, dan memahami rasa sakit serta penderitaan yang disebabkan oleh senjata nuklir yang sulit dipahami."
Namun, penganugerahan Nobel Perdamaian ini berlangsung dalam konteks yang mengkhawatirkan, di mana saat ini terdapat penurunan tabu terhadap penggunaan senjata nuklir. Beberapa negara justru memperluas persediaan senjata nuklir mereka dan secara sembarangan mengancam penggunaan senjata tersebut dalam konflik.
Dengan penghargaan ini, diharapkan dunia lebih memperhatikan masalah senjata nuklir dan berupaya untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.
ANTARA
Nobel Perdamaian 2024 untuk Nihon Hidankyo, Lawan Senjata Nuklir
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







