BORNEONEWS, Palangka Raya - Puncak acara Bulan Inklusi Keuangan atau BIK 2024 akan digelar pada 22 Oktober 2024, bertepatan dengan Hari Santri Nasional. Acara ini akan dihadiri oleh kurang lebih 1.000 santri dari 14 pesantren di Kota Palangka Raya dan akan disertai kegiatan edukasi keuangan dengan narasumber dari OJK, BI, Fintech P2P Lending Syariah, dan Pegadaian Syariah.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyatakan bahwa acara puncak ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan santri.
"Kami ingin santri juga memiliki pemahaman yang baik tentang keuangan dan dapat memanfaatkan layanan keuangan yang ada," kata Danu pada Jumat, 11 Oktober 2024.
Selain edukasi keuangan, acara puncak ini juga akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik lainnya.
"Kami berharap acara ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para santri dan masyarakat luas," tambah Danu.
Seluruh kegiatan lomba dalam rangkaian BIK 2024 dilaksanakan secara gratis tanpa biaya pendaftaran, dan peserta diwajibkan mengirimkan karya orisinal yang belum pernah dilombakan.
"Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berpartisipasi," kata Danu lagi.
Dengan adanya sinergi antara seluruh pihak, Bulan Inklusi Keuangan 2024 diharapkan mampu menciptakan fondasi yang kuat untuk mencapai target inklusi keuangan, memperluas akses layanan hingga ke daerah terpencil, membangun budaya pengelolaan keuangan yang baik, serta melindungi masyarakat Kalimantan Tengah dari aktivitas keuangan ilegal.
"Kami berkomitmen untuk terus mendorong inklusi keuangan yang lebih luas dan merata," tutup Danu. (TESTI PRISCILLA/H)









