**Borneonews - Pariaman**, Pemerintah Kota Pariaman di Sumatera Barat berencana untuk mendistribusikan bibit cabai keriting kepada para petani setempat pada bulan ini. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengantisipasi inflasi yang mungkin terjadi akibat kenaikan harga cabai menjelang bulan Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri yang akan datang pada tahun 2025.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Pariaman, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Marlina Sepa, mengungkapkan bahwa tersedia bibit untuk satu hektare lahan. Distribusi bibit tersebut dijadwalkan berlangsung bulan ini.
Marlina juga menyampaikan bahwa untuk mendukung program ini, pihaknya telah mengalokasikan dana sekitar Rp50 juta. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembelian berbagai bahan produksi, termasuk plastik mulsa, bibit cabai, pupuk, dan pancang ajir yang diperlukan dalam proses budidaya.
Bantuan bibit cabai ini rencananya akan disalurkan ke tiga dari empat kecamatan yang ada di kawasan Pariaman. Kami telah merencanakan pembagian tersebut dengan dua lokasi di Kecamatan Utara, satu lokasi di Kecamatan Timur, dan satu lokasi di Kecamatan Selatan.
Inisiatif penyediaan bibit cabai diharapkan dapat meringankan beban para petani dalam usaha budidaya komoditas tersebut. Selain itu, diharapkan kegiatan ini bisa memperbaiki kondisi ekonomi petani serta memperkuat ketahanan pangan, khususnya untuk cabai.
Marlina mengatakan bahwa jika bibit ditanam segera setelah penerimaan, maka cabai tersebut akan mulai berbuah saat bulan puasa, yang berlangsung beberapa bulan ke depan. Hal ini diyakini mampu mengantisipasi lonjakan harga cabai yang biasanya terjadi pada saat permintaan meningkat menjelang hari raya.
Pada tahun lalu, harga cabai sempat menyentuh angka Rp80 ribu per kilogram, yang membuat pemerintah setempat melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga. Meskipun saat ini harga cabai relatif lebih rendah, Pemkot Pariaman tetap waspada dan berupaya untuk menghadapi kemungkinan kenaikan harga, terutama saat lebaran.
Di samping itu, data yang diterima menunjukkan bahwa produksi cabai keriting di Pariaman pada tahun 2023 tercatat mencapai 63,5 ton, sementara pada tahun ini, dari Januari hingga Agustus, produksi cabai telah mencapai 35,3 ton.
Sebelumnya, Pemkot Pariaman juga telah melaksanakan bazar atau pasar murah untuk bahan pokok dan hasil pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan inflasi di daerah menjelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPPP Pariaman, Alfadri Yusra, menyatakan bahwa inflasi dan harga kebutuhan pokok masih cukup tinggi di Pariaman. Oleh karena itu, pasar murah dijadwalkan akan diadakan dua kali sebelum Ramadhan, yaitu pada hari ini dan pada 6 Maret 2024.
Dalam bazar tersebut, pihaknya melibatkan petani lokal serta pihak terkait lainnya, dengan tujuan agar harga komoditas yang dijual dapat berada di bawah harga pasar. Misalnya, pada bazar terbaru, harga jual cabai merah keriting ditetapkan sebesar Rp70 ribu per kilogram, sementara harga di pasar mencapai Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.
ANTARA
Pemkot Pariaman Bagikan Bibit Cabai untuk Antisipasi Inflasi
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







