BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menyampaikan bahwa penerapan pendekatan sensitif merupakan langkah proaktif yang dapat diambil untuk mencegah timbulnya kasus stunting baru di berbagai daerah. Dalam penjelasannya, ia mengemukakan bahwa untuk mengatasi masalah stunting, terdapat dua pendekatan yang dapat diterapkan, yaitu *spesifik* dan *sensitif*. Dia menjelaskan bahwa upaya pencegahan kasus stunting baru menjadi tantangan utama, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih sensitif terhadap masalah ini. Bonivasius menambahkan bahwa pendekatan sensitif tersebut dilaksanakan melalui berbagai program yang dirancang untuk secara tidak langsung mengurangi angka stunting, khususnya di kalangan anak-anak sejak usia dini. Salah satu inisiatif yang dikenal dengan nama program Generasi Berencana (*Genre*) ditujukan untuk remaja. Program ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pernikahan di usia anak, yang berpotensi berkontribusi pada masalah stunting di kemudian hari. Selain itu, program sekolah siaga kependudukan juga diperkenalkan. Program ini berfungsi untuk memberikan informasi serta edukasi kepada remaja tentang berbagai isu, termasuk kesehatan reproduksi dan pentingnya perencanaan keluarga. Melalui program ini, diharapkan remaja bisa lebih siap dan memiliki pemahaman yang baik saat memasuki fase kehidupan selanjutnya, termasuk pernikahan. Bonivasius juga menyoroti pentingnya program Elektronik Siap Nikah dan Hamil (*ELSIMIL*). Program ini dirancang untuk membantu pasangan calon pengantin dalam merencanakan pernikahan mereka dengan lebih baik. Dia menegaskan bahwa pernikahan harus direncanakan dengan cermat, bukan untuk membebani pasangan yang ingin menikah, tetapi demi menjaga kesehatan calon pengantin serta anak yang akan lahir. Dalam konteks ini, setiap calon pengantin diharapkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum hamil, selama masa kehamilan, dan saat persalinan. Dengan cara ini, kesehatan anak bisa terjamin serta sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko stunting di masa mendatang. ANTARA