JAKARTA –
**Borneonews - Yogyakarta**, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, meresmikan Gedung Transformasi Digital di Sekolah Tinggi Multimedia (STMM) Yogyakarta. Gedung ini dirancang oleh Kementerian Kominfo untuk berfungsi sebagai fasilitas dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam bidang digital di Indonesia. Pembangunan gedung tersebut sejalan dengan visi *Visi Indonesia Digital (VID) 2045*, yang menempatkan talenta digital sebagai komponen penting dalam mencapai tujuan digitalisasi Indonesia pada tahun 2045. Menurut Budi, pengembangan talenta digital yang kompetitif harus menjadi fokus bersama, sesuai dengan visi yang menetapkan masyarakat digital sebagai pilar utama dalam mewujudkan Indonesia yang terhubung secara digital. Dalam konteks ini, Budi menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan dua strategi utama untuk membangun talenta digital yang unggul. Strategi pertama adalah mendukung *upskilling* dan *reskilling* tenaga kerja melalui pelatihan kompetensi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini. Sementara itu, strategi kedua berfokus pada transformasi pendidikan formal melalui kolaborasi dengan berbagai pelaku industri. Gedung Transformasi Digital di STMM merupakan salah satu implementasi dari strategi kedua, ditujukan untuk menciptakan talenta digital yang berkualitas sesuai dengan *VID 2045*. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Kominfo, Harry Budiarto, menyampaikan bahwa gedung ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan digital. Desain gedung ini terinspirasi oleh pusat-pusat pendidikan yang mengintegrasikan teknologi tinggi di dunia, termasuk Nanyang Technological University di Singapura dan beberapa desain pendidikan di Detroit, Amerika Serikat. Meskipun mengikuti tren global, bangunan ini tetap mengintegrasikan elemen budaya lokal Indonesia, menciptakan fasilitas yang futuristik namun tetap dengan nuansa klasik. Gedung yang dibangun selama 10 bulan ini memakan biaya sekitar Rp85 miliar, dengan sumber pendanaan dari anggaran Kementerian Kominfo untuk tahun 2023 dan 2024. Luas bangunan mencapai 9.363 meter persegi. Menurut Harry, keseluruhan gedung memiliki dua blok yang melambangkan fungsi otak kanan dan kiri. Blok kiri didedikasikan untuk ruang kuliah yang lebih serius, sementara blok kanan akan digunakan untuk kegiatan yang lebih kreatif. Selain dibiayai oleh Kementerian Kominfo, gedung ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan teknologi global seperti Ericsson, ZTE, Huawei, dan Nokia. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa STMM Yogyakarta tetapi juga untuk masyarakat umum yang mengikuti pelatihan talenta digital Kementerian Kominfo. Gedung Transformasi Digital merupakan bagian dari infrastruktur pengembangan talenta digital yang dikenal sebagai *Digital Talent Center* (DTC). Fasilitas tersebut diharapkan dapat digunakan oleh peserta pelatihan talenta digital dan mahasiswa STMM untuk melakukan eksplorasi serta pengembangan teknologi, sehingga dapat menciptakan inovasi baru yang bermanfaat. ANTARA