**Borneonews - Jakarta**, Program Gerakan Sekolah Sehat (GSS) diharapkan dapat diimplementasikan di semua satuan pendidikan, meskipun dengan fasilitas yang serba terbatas. Retno Wulandari yang merupakan bagian dari Tim Pendidikan Dasar dan Menengah GSS menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan program ini, bahkan ketika dukungan fasilitas minim.
Menurut Retno, keberhasilan Program GSS dapat dicapai di lingkungan pendidikan yang kurang mendukung. Ia menekankan bahwa setiap aspek yang ada dalam program ini tidak bergantung pada fasilitas fisik yang memadai. Dalam acara *webinar* sosialisasi mengenai GSS, yang berlangsung secara daring, ia menyatakan bahwa kegiatan sederhana seperti menyediakan air putih dan melakukan senam dalam setiap sesi pelajaran akan sangat membantu.
Ia menambahkan, meskipun fasilitas di sekolah belum lengkap, tidak seharusnya menghentikan inisiatif menjalankan kegiatan-kegiatan tersebut. Pembiasaan konsumsi air putih dan pelaksanaan gerakan fisik, seperti senam yang dilaksanakan sekali dalam setiap sesi pembelajaran, menjadi langkah sederhana yang dapat diambil.
Pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan orang tua siswa dalam mendukung program kesehatan di sekolah juga disampaikan oleh Retno. Dia mendorong orang tua untuk ambil bagian aktif dengan memberikan bekal makanan dan minuman yang sehat untuk anak-anak mereka agar nutrisi peserta didik dapat terpenuhi setiap harinya.
Retno menekankan bahwa kerjasama antara berbagai pihak, termasuk lintas sektor dan orang tua, merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Ia mencontohkan, kolaborasi yang baik dapat terlihat dari penyediaan bekal makanan yang sehat oleh orang tua, yang tentunya mencakup sayuran dan buah-buahan.
Dengan peran aktif dari semua pihak, Program GSS dapat diwujudkan dan berfokus pada penciptaan generasi yang sehat dan unggul. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan peserta didik serta lingkungan pendidikan secara keseluruhan.
Selanjutnya, program ini memiliki lima fokus utama yang dijadikan pedoman, meliputi: sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat secara fisik dan mental.
ANTARA
Program Gerakan Sekolah Sehat, Meningkatkan Kesehatan Siswa
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







