YOGYAKARTA –
**Borneonews - Sleman**, Proyek pembangunan Jalan Tol Yogyakarta - Bawen yang terletak dalam seksi 1, kini telah mencapai kemajuan sekitar 67 persen. Kegiatan ini ditargetkan untuk selesai pada triwulan kedua tahun 2026. Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, Dwi Winarsa, menjelaskan bahwa progres konstruksi seksi 1, yang membentang dari junction Sleman di Kalurahan Tirtoadi hingga simpang susun Banyurejo dengan panjang 8,8 kilometer, sudah mencapai angka 67,06 persen. Fokus utama saat ini adalah menyelesaikan proses pembangunan pada lahan yang telah dibebaskan. Demi mempercepat penyelesaian proyek, perusahaan telah menuntaskan pekerjaan *erection girder* di beberapa lokasi. Selain itu, pekerjaan untuk timbunan tanah di berbagai titik juga telah terlaksana. Dwi Winarsa menekankan bahwa dua seksi yang menjadi perhatian utama dalam proyek ini adalah seksi 1, serta seksi 6 yang mencakup ruas Ambarawa - Bawen dengan panjang 4,98 kilometer. Saat ini, proses pembebasan lahan di seksi 1 sudah mencapai sekitar 95,29 persen. Uang Ganti Kerugian (UGK) telah disalurkan kepada tujuh desa yang terdampak, dan diharapkan seluruhnya selesai pada tahun ini. Desa-desa yang terimbas termasuk Kalurahan Tirtoadi, Margomulyo, Margokaton, Margodadi, Sumberejo, Tambakrejo, dan Banyurejo. Terkait dengan sisa tanah yang belum dibebaskan, sebagian merupakan tanah dengan karakteristik khusus, seperti tanah wakaf dan tanah milik instansi. Proses pembebasan untuk tanah karakter khusus ini juga diharapkan dapat rampung pada tahun yang sama. Sementara itu, untuk seksi 6 di ruas Ambarawa - Bawen, progres konstruksi tercatat sebesar 34,09 persen dengan tingkat pembebasan lahan mencapai 78,06 persen. Ruas ini melibatkan empat desa yang terkena dampak, yaitu Desa Kandangan, Doplang, Kelurahan Bawen, dan Desa Kupang, di mana sebagian besar bidang tanah telah dilakukan pembayaran UGK. PT JJB menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan sekitar proyek. Mengingat jalur pembangunan ini melintasi cagar budaya Selokan Mataram di Kabupaten Sleman, perusahaan berupaya menjaga kelestariannya. Sebagai tanda tanggung jawab terhadap warisan budaya tersebut, mereka telah mengusulkan solusi inovatif berupa struktur portal yang dirancang untuk melindungi cagar budaya selama proses konstruksi. Dengan demikian, keberadaan cagar budaya diharapkan tetap terjaga dengan baik tanpa terganggu oleh perkembangan proyek. ANTARA