BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) sedang melaksanakan program yang bernama *Museum Masuk Sekolah*. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap museum sebagai tempat belajar yang penting. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, menjelaskan bahwa kegiatan *Museum Masuk Sekolah* merupakan agenda tahunan. Dalam program ini, peserta didik diperkenalkan pada keberadaan museum dan berbagai koleksinya. "Museum berfungsi sebagai media pembelajaran yang efektif," ujarnya dalam kesempatan di Banjarbaru. Raudati menambahkan, Disdikbud Kalsel berkomitmen untuk mencetak generasi yang mencintai sejarah lokal yang dimiliki oleh Kalimantan. Hal ini sangat penting agar pelajar dapat memahami dan menghargai warisan budaya mereka. Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, menyatakan bahwa kegiatan *Museum Masuk Sekolah* akan melibatkan kunjungan ke lima kabupaten. Kebupaten-kabupaten tersebut meliputi Tabalong, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Balangan, dan Hulu Sungai Selatan. Arry menjelaskan bahwa kegiatan ini akan memperkenalkan sejumlah koleksi dari Museum Wasaka. Koleksi yang dibawa meliputi sembilan item penting yang berasal dari para pejuang Kalimantan pada masa revolusi fisik, seperti Sangkuh, Belitung, Pistol Rakitan, Senapang Dum-Dum, Peneng, Mesin Tik, dan Parang Lantik. Ia berharap, melalui kegiatan *Museum Masuk Sekolah*, pelajar dapat lebih mengenali koleksi museum dan memahami peninggalan sejarah yang ada. Di samping itu, Arry juga menyebutkan bahwa Museum Wasaka menyimpan berbagai benda koleksi yang berkaitan dengan pejuang dari periode Revolusi Fisik antara tahun 1945 hingga 1949. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sejarah di kalangan generasi muda. ANTARA