**Borneonews - Jakarta**, Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta untuk Pilkada 2024, Pramono Anung dan Rano Karno, telah menyampaikan komitmen mereka untuk memajukan potensi seniman dan pelestarian cagar budaya di ibu kota.
Dalam pernyataannya, Pramono menekankan pentingnya kolaborasi antara seniman dan pengelola seni agar dapat menemukan solusi bersama. Hal ini disampaikan saat kunjungannya ke Taman Ismail Marzuki (TIM) pada malam hari Kamis, 10 Oktober. Ia mengatakan bahwa budaya Indonesia, terutama yang berkaitan dengan daerah, perlu mendapat ruang yang memadai untuk ditampilkan di tempat publik seperti TIM.
Pramono juga memaparkan bahwa saat ini pengelolaan TIM telah beralih ke PT Jakarta Propertindo (Jakpro), yang bertujuan untuk mengelolanya dengan lebih profesional. Namun, pengalihan ini muncul dengan sejumlah tantangan, termasuk harga tiket pementasan yang dianggap terlalu tinggi, serta kebutuhan bagi seniman untuk mencari sponsor sebagai dukungan untuk karya-karya mereka. Menghadapi permasalahan ini, Pramono menyerukan pentingnya pertemuan antara semua pihak terkait untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
Dari sisi calon wakil gubernur, Rano Karno, yang lebih akrab disapa Bang Doel, mengungkapkan bahwa ia telah menerima banyak aspirasi terkait potensi cagar budaya di kawasan Condet. Hal ini mengacu pada sebuah keputusan yang diambil pada tahun 1974 ketika Ali Sadikin menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, di mana saat itu Condet dinyatakan sebagai kawasan yang memiliki nilai budaya.
Rano menjelaskan, Condet ini pernah terdaftar sebagai cagar budaya pada tahun 70-an, dan terdapat beberapa komunitas buah yang dilindungi di sini, seperti duku dan salak. Ia menegaskan, jika terpilih sebagai wakil gubernur, dirinya berencana berkolaborasi dengan dinas terkait untuk mengembalikan potensi cagar budaya di kawasan tersebut.
Masyarakat di Condet, menurut Rano, berhak untuk mengharapkan kelestarian kawasan mereka, terutama dalam melestarikan kebudayaan Betawi yang berakar kuat di wilayah tersebut. Salah satu tokoh masyarakat, Iwan, memberikan pandangannya bahwa Condet kini telah mengalami banyak perubahan menuju kawasan bisnis, dan ia menilai hal ini bisa mengancam warisan budaya lokal.
Iwan mengungkapkan, Saat saya dipanggil oleh Pak Ahok, ternyata 92 persen bangunan di Condet tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Banyak pembangunan seperti *town house* dan lainnya di Jalan Raya Condet yang tidak memiliki izin.
Sebagai catatan penting, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menetapkan pasangan calon untuk Pilkada DKI Jakarta, dengan pasangan Ridwan Kamil-Suswono di nomor urut 1, pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana pada nomor urut 2, dan Pramono Anung-Rano Karno di nomor urut 3.
ANTARA
Pramono-Rano Janji Lestarikan Kebudayaan dan Cagar Budaya DKI
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







