**Borneonews - Banjarmasin**, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, mengungkapkan bahwa kinerja ekonomi di provinsi tersebut menunjukkan pertumbuhan yang cukup menggembirakan, yaitu sebesar 7,5 persen. Hal ini berdasarkan analisis makro ekonomi yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan tercatat sebesar 7,53 persen (qtq) jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, serta meningkat 4,81 persen (yoy) dibandingkan dengan Triwulan I 2023.
Pada semester pertama tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan juga mencatat angka yang positif dengan angka 4,88 persen (ctc). Pertumbuhan ini menunjukkan adanya sinergi yang baik dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,08 persen pada periode yang sama. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Fadjar dalam sebuah kesempatan di Banjarmasin.
Kendati demikian, Fadjar juga mengingatkan bahwa ketergantungan ekonomi Kalimantan Selatan terhadap sektor sumber daya alam ekstraktif, seperti pertambangan yang mencapai 27,42 persen, pertanian 12,80 persen, dan industri pengolahan 10,65 persen, merupakan tantangan yang harus dihadapi dalam jangka panjang. Ketergantungan ini tidak hanya terkait dengan keberlanjutan ekonomi, tetapi juga dampak lingkungan yang ditimbulkannya.
Dia menekankan pentingnya transformasi menuju sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan tahan banting. Fadjar menyoroti potensi besar yang dimiliki oleh Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dibangun di Kalimantan Timur. Menurutnya, proyek tersebut memberikan peluang besar bagi Kalimantan Selatan untuk melakukan diversifikasi ekonomi.
Dengan adanya perkembangan infrastruktur yang pesat akibat pembangunan IKN, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor-sektor seperti perdagangan dan logistik, serta meningkatkan industri kreatif di Kalimantan Selatan. Fadjar menambahkan bahwa Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi kepada 28 responden survei dan kontak liaison yang telah berkontribusi dengan baik dalam mendukung kebijakan ekonomi dan keuangan daerah.
Ia mengajak semua pihak untuk tetap optimistis, berinovasi, dan berkolaborasi dalam rangka menyongsong era baru perekonomian di Kalimantan Selatan. Selain itu, Bank Indonesia juga memberikan penghargaan kepada para responden atas upaya mereka dalam menyediakan data dan informasi yang sangat dibutuhkan.
Penghargaan ini dirayakan melalui acara temu responden 2024 yang diadakan di Banjarmasin, dengan tema "Transformasi Menuju Era Ekonomi Baru." Acara ini bertujuan untuk mengapresiasi kontribusi yang diberikan oleh responden. Fadjar menegaskan betapa vitalnya data yang disediakan oleh para responden dalam membantu Bank Indonesia dalam pengambilan kebijakan yang lebih baik demi peningkatan ekonomi Kalimantan Selatan.
ANTARA
Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Capai 7,5 Persen dan Tantangan ke Depan
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Komentar (0)
Memuat komentar…







