**Borneonews - Jakarta**, PetroChina International Jabung Ltd (PCJL), sebagai kontraktor dalam skema Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas, baru-baru ini memperoleh Penghargaan Subroto 2024. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kepatuhan mereka terhadap kewajiban Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Qian Mingyang, Direktur Utama PetroChina International Jabung Ltd, mengungkapkan rasa syukur dan kehormatan atas penghargaan yang diterima tahun ini. Dalam keterangannya, ia mengemukakan tantangan dalam pengelolaan wilayah kerja migas, terutama yang berada di Jabung. Menurutnya, penting bagi mereka untuk melakukan peningkatan kegiatan eksplorasi secara masif agar dapat menjamin ketersediaan cadangan produksi. Selain itu, Qian juga menekankan perlunya respons yang tepat terhadap tren transisi energi serta tanggung jawab lingkungan dan sosial yang harus diemban.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa dukungan dari pemerintah serta semua pemangku kepentingan akan menjadi kunci untuk pengembangan optimal di lapangan migas Jabung. Dengan sinergi yang baik, PetroChina berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sektor energi di Indonesia.
Penghargaan Subroto merupakan bentuk penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada para pemangku kepentingan yang berdedikasi dalam memajukan sektor energi dan sumber daya mineral dalam satu tahun terakhir. PetroChina International Jabung Ltd menerima penghargaan ini dalam kategori PNBP dan Kinerja Keuangan Hulu Migas KKKS, dengan produksi migas yang berada di bawah 100.000 BOEPD (barel minyak setara per hari).
Penghargaan Subroto 2024 diserahkan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, kepada Qian Mingyang, yang hadir didampingi oleh VP Business Support, Gusminar, dan Ida Royani selaku Akt. General Manager Jabung. Acara penyerahan penghargaan ini berlangsung dalam suasana meriah di Malam Puncak HUT Ke-79 Pertambangan dan Energi, yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta pada malam hari, Kamis (10/10).
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menegaskan pentingnya sektor ESDM sebagai sektor yang strategis dan memiliki potensi besar, serta efek pengali (*multiplier effect*) yang signifikan bagi perekonomian nasional. Ia menyebutkan bahwa selama periode 2014 hingga saat ini, total PNBP yang diterima negara dari sektor ESDM mencapai angka yang sangat besar, yakni sekitar Rp1.800 triliun dalam kurun waktu sepuluh tahun. Untuk tahun 2022, PNBP tercatat sebesar Rp348 triliun, sedangkan proyeksi untuk tahun 2023 adalah Rp229 triliun.
Presiden juga menekankan bahwa nilai tambah yang dihasilkan dari sektor ESDM sangat krusial. Oleh karena itu, pengelolaan nilai tambah tersebut harus dilakukan di dalam negeri untuk memastikan manfaat yang optimal bagi perekonomian negara.
ANTARA
Penghargaan Subroto 2024, PetroChina Raih Pengakuan atas PNBP
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Menperin Yakin Produk UMKM Ramah Lingkungan RI Tembus Pasar Global
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Raharjati Nursamsa Raih Perak World Climbing Series di Chile
Komentar (0)
Memuat komentar…







