BATAM –
**Borneonews - Batam**, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) sedang mempersiapkan *Operasi Zebra Seligi 2024*, yang bertujuan untuk menjamin keamanan dan ketertiban dalam berlalu lintas menyusul kegiatan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia bulan ini. Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Pol. Tri Yulianto, mengungkapkan bahwa operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, dimulai dari 14 hingga 27 Oktober 2024. "Operasi ini digelar untuk mendukung kelancaran pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Oleh karena itu, kami perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kepatuhan hukum masyarakat dalam berlalu lintas," jelas Tri Yulianto di Batam. Dalam pengoperasiannya, di tahun 2023, tercatat sebanyak 23.732 pelanggaran lalu lintas yang terdeteksi lewat sistem *Electronic Traffic Law Enforcement* (ETLE) statis di wilayah hukum Polda Kepri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.132 pelanggar dikenai tilang statis, sementara tidak ada pelanggaran yang terdeteksi oleh tilang mobile, dan pihak kepolisian memberikan teguran kepada 2.575 pelanggar. Selain itu, selama pelaksanaan *Operasi Zebra 2023*, terjadi 58 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 10 orang meninggal, 19 orang mengalami luka berat, dan 51 orang luka ringan. Kerugian material akibat kecelakaan tersebut mencapai Rp72,8 juta. Tri menjelaskan bahwa tujuan utama dari *Operasi Zebra* adalah untuk mengurangi jumlah kecelakaan serta fatalitas yang ditimbulkan, dan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan nyaman di Kepulauan Riau. "Temanya adalah mendukung keberhasilan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Kami juga mengajak masyarakat untuk tertib dan disiplin dalam berlalu lintas, demi terciptanya Kamseltibcarlantas yang lebih baik," tambahnya. Dalam *Operasi Zebra Seligi 2024* ini, Polda Kepri akan melibatkan 55 personel. Kegiatan ini akan dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Sebelum pelaksanaan operasi, pihak Ditlantas Polda Kepri juga mengadakan latihan pra operasi. Tri Yulianto menekankan pentingnya deteksi dini terhadap lokasi-lokasi rawan kemacetan, pelanggaran, dan potensi kecelakaan lalu lintas. Ia menambahkan bahwa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai kepatuhan berlalu lintas perlu terus ditingkatkan melalui berbagai saluran media. Penegakan hukum, baik secara elektronik maupun manual, harus dilakukan dengan pendekatan yang humanis. Penanganan kasus kecelakaan lalu lintas juga harus dilakukan secara profesional dan sesuai dengan prosedur. Di akhir pernyataannya, Tri mengingatkan pentingnya Polri untuk proaktif dalam menangkal penyebaran berita hoaks terkait *Operasi Zebra 2024*. ANTARA