**Borneonews - Yogyakarta**, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, menyampaikan bahwa Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi pusat riset dan pengembangan di bidang kecerdasan artifisial, atau yang lebih dikenal dengan istilah *Artificial Intelligence* (AI). Potensi tersebut semakin terbuka seiring dengan diluncurkannya infrastruktur baru yang dikenal sebagai Gedung Transformasi Digital.
Gedung ini, yang baru saja diresmikan, diharapkan dapat menarik perhatian berbagai kolaborator dari perusahaan-perusahaan teknologi ternama di level global. Nezar menekankan pentingnya STMM yang tengah dalam proses menuju status Politeknik Digital Jogja untuk lebih fokus dalam menghasilkan talenta digital yang sesuai dengan kebutuhan industri serta mampu mendorong inovasi. Dalam situasi ini, ada peluang besar untuk pengembangan aktivitas penelitian dan pengembangan (*R&D*) di institusi tersebut.
Berdasarkan hasil pengukuran *Readiness Assessment Methods* (RAM) yang dilakukan oleh UNESCO, terdapat rekomendasi yang menunjukkan bahwa Indonesia perlu meningkatkan riset dan pengembangan terkait AI guna memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengadopsi teknologi yang terus berkembang tersebut. Dengan adanya fasilitas pendidikan yang terus berkembang di STMM Yogyakarta, serta dukungan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar, peluang untuk mengimplementasikan riset dan inovasi dalam bidang AI semakin terbuka lebar.
"Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperluas bersama berbagai platform digital, termasuk perusahaan-perusahaan seperti Google, Microsoft, dan IBM. Dengan demikian, kita dapat menjembatani kesenjangan antara pengetahuan akademik yang diperoleh di sekolah vokasi dan kebutuhan industri digital yang semakin mendesak," tambah Nezar.
Menjelang 2025, STMM Yogyakarta bersiap untuk melakukan transformasi sebagai Politeknik Digital Yogyakarta. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kominfo, Hary Budiarto, menuturkan bahwa perubahan ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2022 tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh Kementerian Lain dan Lembaga Pemerintah Nonkementerian.
"Politeknik ini akan mempersembahkan berbagai program studi yang dapat terintegrasi dengan kebutuhan industri dan kewirausahaan, sehingga berkontribusi dalam menciptakan ekonomi digital yang inovatif," ungkap Hary, menjelaskan peran strategis STMM di masa depan.
ANTARA
STMM Yogyakarta Berpotensi Jadi Pusat Riset Kecerdasan Artifisial
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Komentar (0)
Memuat komentar…







