SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Pemerintah Kota Surakarta telah mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan layanan medis yang memadai selama pelaksanaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII yang berlangsung di Solo pada tahun 2024. Layanan medis ini akan disediakan di seluruh *venue* pertandingan serta lokasi-lokasi lain yang menjadi bagian dari rangkaian acara tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Retno Erawati Wulandari, menjelaskan bahwa hanya dalam satu event ini terdapat 22 *venue* dan satu tempat latihan yang masing-masing akan dilengkapi dengan layanan medis. "Kami telah menyiapkan layanan medis yang tidak hanya ditujukan untuk atlet dan ofisial, tetapi juga untuk para penonton yang hadir di acara tersebut," ungkapnya. Lebih lanjut, Retno mengungkapkan bahwa tim medis juga akan tersedia di hotel-hotel tempat para atlet menginap selama jam kerja. "Jika ada keadaan darurat di luar jam kerja, kami akan tetap memberikan pelayanan. Tim medis akan bersifat *mobile*, siap sedia kapan saja," tuturnya. Sebagai bagian dari upaya pemantauan kesehatan, pihak Dinas Kesehatan juga akan melakukan *surveillance* di lokasi-lokasi akomodasi para atlet. Hal ini bertujuan untuk cepat tanggap terhadap kondisi yang membutuhkan perhatian medis segera. Hingga saat ini, Retno melaporkan bahwa tidak terdapat kejadian luar biasa selama pelaksanaan kegiatan Peparnas. "Dari data yang kami dapatkan pada Kamis malam, diagnosis paling umum adalah infeksi saluran pernapasan, diikuti dengan hipertensi. Banyak atlet yang mengalami tekanan darah tinggi, mungkin disebabkan oleh kelelahan," jelasnya. Kemungkinan kelelahan tersebut disebabkan oleh perjalanan yang panjang yang harus ditempuh oleh para atlet dari daerah asal mereka menuju Solo, yang dapat memengaruhi kesehatan fisik mereka. "Karena perjalanan yang jauh, tentu saja hal itu berpengaruh pada kondisi tubuh. Oleh karena itu, kami telah menurunkan tenaga kesehatan untuk hadir di lapangan," tambahnya. Selain menyiapkan tenaga kesehatan, Pemerintah Kota Surakarta juga telah mempersiapkan beberapa rumah sakit untuk menjadi rujukan jika ada kondisi darurat yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Beberapa rumah sakit yang telah ditunjuk sebagai rujukan antara lain RS Kariadi Semarang, RS Moewardi Surakarta, dan RS PKU Muhammadiyah Surakarta. ANTARA