SURABAYA –
**Borneonews - Ponorogo**, Pemerintah Kabupaten Ponorogo, yang terletak di Jawa Timur, telah menetapkan target ambisius untuk mencapai cakupan *Universal Health Community* (UHC) sebesar 90 persen pada tahun 2025. Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono, menjelaskan bahwa meskipun target nasional menyasarkan angka 98 persen, fokus utama saat ini adalah berupaya mencapai antara 85 hingga 90 persen terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke target nasional tersebut. Hal ini disampaikan Agus dalam sebuah konferensi pers di Ponorogo. Berdasarkan data terbaru hingga 1 Oktober 2024, jumlah peserta program BPJS Kesehatan di Ponorogo telah mencapai 742.861 orang. Angka tersebut setara dengan sekitar 75,98 persen dari total penduduk Kabupaten Ponorogo, yang diperkirakan berjumlah 977.000 jiwa. Untuk memenuhi target UHC nasional yang ditetapkan sebesar 98 persen, Kabupaten Ponorogo masih memerlukan 215.309 peserta tambahan. Agus menyatakan, untuk mencapai target yang telah ditetapkan dalam tahun depan, pihaknya perlu mengimplementasikan langkah-langkah strategis. Ini termasuk perencanaan anggaran serta menjalin kerjasama yang lebih erat dengan BPJS Kesehatan. Ia menambahkan bahwa dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2025, pemerintah daerah telah mempersiapkan dana khusus untuk mendukung upaya pencapaian target UHC ini, meskipun belum bisa memberikan rincian angka yang spesifik terkait anggaran tersebut. Di samping itu, pengusaha di wilayah Ponorogo akan didorong untuk mendaftarkan para karyawan mereka sebagai peserta BPJS Kesehatan, yang tentunya akan melanjutkan proses verifikasi data peserta melalui Dinas Sosial. Hasil verifikasi tersebut nantinya akan disusun dan disampaikan kepada badan usaha yang bersangkutan. Sebagai salah satu langkah dalam strategi mencapai UHC, pemerintah kabupaten juga berencana untuk meluncurkan proyek percontohan di tingkat desa dan kelurahan. Desa-desa yang berhasil meningkatkan jumlah peserta BPJS Kesehatan diharapkan akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah sebagai bentuk apresiasi. Agus menambahkan bahwa inovasi mengenai proyek percontohan ini masih dalam tahap pembahasan, namun diharapkan dapat memberikan dampak positif dan mempercepat pencapaian target kesehatan yang diharapkan pada tahun 2025. ANTARA