JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, KAI Logistik tengah berupaya untuk meningkatkan efisiensi dalam layanan logistiknya dengan mengadopsi teknologi *Radio Frequency Identification* (RFID) yang dipasang di kontainer. Dengan teknologi ini, perusahaan berharap dapat mempermudah proses pelacakan dan pengelolaan logistik secara lebih tepat dan cepat. Fredi Firmansyah selaku Direktur Utama KAI Logistik menjelaskan bahwa salah satu strategi untuk mencapai efektifitas dalam manajemen rantai pasokan adalah dengan mengautomasi berbagai proses menggunakan teknologi garis depan seperti RFID. Menurutnya, implementasi teknologi ini tidak hanya menjadikan operasional perusahaan lebih efisien dan efektif, tetapi juga berkontribusi positif terhadap optimalisasi manajemen rantai pasokan. Fredi menekankan bahwa KAI Logistik, yang merupakan anak usaha dari KAI, terus berupaya memperkuat posisi dalam industri logistik. Salah satu cara yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perusahaan melalui penerapan pendekatan berbasis teknologi informasi. Penggunaan teknologi RFID ini sangat penting sebagai bagian dari bisnis layanan, khususnya bagi layanan *KA Kontainer* yang dilayani melalui segmen KAI Logistik Plus. Pada fase awal implementasinya, RFID telah dipasang pada kontainer dan ditambahkan dengan *RFID Reader* di gerbang masuk terminal Sungai Lagoa, Jakarta. Ke depan, rencana ini akan diperluas ke terminal JICT di Tanjung Priok dan berbagai terminal lain yang berada di Pulau Jawa serta Sumatera. Penerapan teknologi RFID tersebut bertujuan untuk mempermudah proses pelacakan kontainer dengan cara perekaman otomatis saat kontainer bergerak masuk dan keluar dari terminal. Fredi mengungkapkan bahwa penggunaan RFID dalam manajemen rantai pasokan memberikan keuntungan yang signifikan, terutama dalam meningkatkan efisiensi, visibilitas, serta akurasi dalam pengelolaan proses *supply chain management* (SCM). Ia juga menambahkan bahwa melalui pelacakan dan pemantauan menggunakan RFID, perusahaan dapat mengidentifikasi dan meminimalkan waktu tunggu. Dengan demikian, respons terhadap permintaan konsumen dapat meningkat dan efisiensi rantai pasokan secara keseluruhan pun dapat dioptimalkan. Implementasi teknologi RFID ini tidak hanya terbatas di Jakarta, tetapi juga akan diperluas ke seluruh terminal KAI Logistik yang beroperasi di Jawa dan Sumatera. KAI Logistik menargetkan pada Desember 2024, pelaksanaan pemasangan RFID akan selesai untuk 836 kontainer di Jawa dan 1.500 kontainer di Sumatera, khususnya untuk layanan batu bara, yang akan dilengkapi dengan dashboard monitoring untuk memastikan akurasi data secara real time. Fredi menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen perusahaan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. Dengan informasi yang lebih akurat dan terkini, diharapkan KAI Logistik dapat meningkatkan kecepatan dan keandalan layanan bagi pelanggan, yang pada akhirnya akan meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan itu sendiri. ANTARA