BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjar**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan respons cepat terhadap kebakaran lahan kering yang terjadi di sekitar SMK Maarif NU Martapura, Desa Penggalaman, Kabupaten Banjar. Kepala BPBD Kalsel, Raden Suria Fadliansyah, yang didampingi oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Muhammad Pormadi Dharma, bersama tim stafnya, melakukan patroli serta peninjauan langsung ke lokasi kejadian pada hari Jumat. Menurut Raden Suria, kebakaran yang terjadi di sekitar sekolah tersebut telah menimbulkan kepanikan di kalangan siswa dan staf. "Beberapa siswa sempat pingsan saat berusaha membantu mengamankan sekolah, khawatir api merambat ke bangunan," ujarnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, peristiwa tersebut bermula dari kepulan asap yang muncul akibat kebakaran lahan di sekeliling sekolah. Mengetahui kondisi tersebut, petugas dari BPBD Provinsi Kalsel berkolaborasi dengan aparat TNI, Polri, serta relawan dari Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) untuk melakukan pemadaman. Mereka juga mengerahkan tim dari satuan tugas udara yang mengoperasikan helikopter pengebom air guna membantu upaya pemadaman api tersebut. Lebih lanjut, Raden Suria menyampaikan bahwa petugas gabungan tetap bersiaga untuk mencegah kebakaran berulang dan melaksanakan pembasahan lahan agar situasi tidak semakin memburuk. "Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat dan semua pihak yang telah cepat tanggap dalam upaya pemadaman," tambahnya. Menanggapi insiden ini, Suria mengimbau kepada peserta didik dan tenaga pendidik untuk tetap tenang saat menghadapi kebakaran lahan. Evakuasi demi keselamatan diri adalah langkah yang sangat penting. Ia juga mengingatkan agar pengelola sekolah segera menghubungi BPBD setempat atau pihak kelurahan/desa jika kebakaran terjadi di kawasan mereka. Kebakaran lahan yang terjadi di sekitar SMK Maarif NU Martapura ini sudah berlangsung sejak tanggal 9 hingga 10 Oktober 2024. Kepala SMK Maarif NU Martapura, Nur Aliyah, menjelaskan bahwa kobaran api semula berada jauh dari gedung, namun dengan cepat merambat mendekati area sekolah yang mengakibatkan kepanikan di antara murid dan tenaga pengajar. "Abu yang terbang meningkatkan potensi penyebaran titik api di sekitar sekolah," jelasnya. Ia juga menambahkan, "Beberapa titik api sangat dekat dengan ruang praktik teknik sepeda motor." Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kesigapan dalam menghadapi kebakaran lahan di lingkungan sekolah. ANTARA