JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo mengungkapkan keyakinannya terhadap kemampuan Prabowo Subianto sebagai Presiden terpilih untuk memimpin Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Dalam pidatonya pada acara Kompas 100 CEO Forum di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Jokowi menegaskan, "Saya meyakini Bapak Jenderal Purnawirawan Prabowo Subianto mampu membawa kita semua menuju angka-angka pertumbuhan ekonomi yang telah saya sebutkan sebelumnya." Jokowi merujuk pada target pertumbuhan ekonomi yang diungkapkan oleh Prabowo Subianto, yakni 8 persen dalam lima tahun ke depan. Selain itu, target *Gross Domestic Product* (GDP) per kapita diproyeksikan akan melampaui 8.000 dolar AS dalam kurun waktu tersebut, dengan estimasi mencapai kisaran 11.000 hingga 12.000 dolar AS dalam sepuluh tahun ke depan. Mantan Wali Kota Solo ini menyatakan harapannya bahwa Indonesia dapat melebihi proyeksi dari lembaga-lembaga internasional. "Mungkin kita bisa melompati angka-angka yang diestimasi, bisa mencapai angka lebih dari 23.000 dolar AS pada tahun 2045. Namun, untuk mencapai itu, tentu tidak akan mudah," tambah Jokowi. Saat ini, GDP per kapita Indonesia tercatat sebesar 5.060 dolar AS. Jokowi menekankan pentingnya keberanian dalam membuat keputusan yang didasari perhitungan yang rinci dan berdasarkan data yang valid. Dia yakin bahwa kabinet yang akan dibentuk oleh Prabowo Subianto akan mampu mewujudkan visi tersebut. Jokowi juga menyampaikan bahwa pada hari Senin mendatang, akan ada pelantikan menteri-menteri yang akan mendampingi Prabowo. "Namun, jangan tanya kepada saya soal itu. Saya tidak ingin terjebak dalam negativisme, atau dikira ikut campur," jelasnya. Presiden menegaskan bahwa dia tidak ingin mencampuri hak prerogatif yang dimiliki oleh Prabowo. Menurut Jokowi, dalam suatu pertemuan makan malam yang berlangsung selama dua setengah jam, dirinya tidak membahas isu pengangkatan menteri jika tidak ditanyakan. "Karena saya pun enggan hak prerogatif saya diintervensi oleh siapapun. Ini adalah hak yang diberikan oleh rakyat melalui pemilihan umum," ungkapnya. ANTARA