**Borneonews - Jakarta**, Pakar komunikasi politik dari Universitas Padjadjaran, Kunto Adi Wibowo, menjelaskan bahwa pernyataan santai Prabowo Subianto mengenai dasi merah menunjukkan bahwa calon presiden ini telah mengetahui akan diundangnya dirinya oleh PDI Perjuangan dalam suatu acara. Kunto menambahkan, rumor mengenai adanya pertemuan antara Prabowo dan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan, semakin berkembang. Hal ini menimbulkan spekulasi di kalangan pengamat politik terkait hubungan antara kedua tokoh tersebut. Lebih lanjut, dia berpendapat bahwa kelakar tentang dasi merah tersebut juga mencerminkan kemungkinan bergabungnya PDI Perjuangan dalam koalisi pemerintahan untuk periode 2024 hingga 2029. Jika PDI Perjuangan memutuskan untuk bergabung, hal ini akan berkontribusi pada konsolidasi elite politik yang memiliki kepentingan yang sama, sehingga stabilitas pemerintahan dapat terjaga. "Konsolidasi ini penting agar jika terjadi perbedaan pendapat, sifatnya akan bersifat minor dan tidak mengganggu jalannya pemerintahan," jelas Kunto. Dia juga memperkirakan bahwa apabila Prabowo terpilih sebagai presiden, maka pemerintahannya akan memiliki kemiripan dengan pemerintahan Joko Widodo selama ini. Selanjutnya, Kunto memaparkan, "Mungkin kita akan melihat pemerintahan yang hampir tanpa oposisi yang berarti. Ini merupakan keinginan Prabowo agar pemerintahannya berjalan stabil dan program-programnya tidak terganggu." Ia juga menyatakan bahwa jika Prabowo memerlukan jaminan hukum dalam bentuk undang-undang, DPR yang mayoritas anggotanya adalah pendukungnya akan dapat mempercepat proses legislasi. Sebelumnya, dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Legislatif PKB di Jakarta pada 10 Oktober, Prabowo sempat melontarkan candaan mengenai warna dasi yang akan dikenakannya jika diundang oleh PDI Perjuangan. Ia berkata, "Saya enggak tahu kapan diundang PDI Perjuangan. Ini bukan minta diundang loh. Kalau diundang, kira-kira ganti warna merah. Ini namanya solidaritas."ANTARA
Prabowo Kelakar Dasi Merah, Isyarat Koalisi dengan PDIP
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Komentar (0)
Memuat komentar…







