SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Jamhadi, mengungkapkan bahwa kolaborasi yang telah terjalin antara Kadin dan Pemerintah Kota Surabaya sangat signifikan dalam meningkatkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya untuk tahun 2024, yang ditargetkan mencapai Rp11,5 triliun. Menurut Jamhadi, selama lima tahun masa kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi dan Ketua Kadin Surabaya, Andi, hubungan kerja sama yang baik ini telah memberikan dampak positif yang terlihat dari besarnya APBD yang dihasilkan. Ia menyatakan, "Upaya kolaboratif ini terbukti berhasil dalam mendorong APBD Surabaya hingga mencapai angka tersebut." Ia juga menambahkan bahwa pencapaian APBD yang mencapai Rp11,5 triliun ini tidak terlepas dari kontribusi yang diberikan oleh para pengusaha yang merupakan anggota Kadin Surabaya. Dalam konteks yang lebih luas, kontribusi ini juga memiliki dampak signifikan terhadap APBD Jawa Timur, di mana Surabaya menyumbang 31 persen dari total realisasi APBD provinsi tahun ini yang mencapai Rp35 triliun. Hal ini menunjukkan peran penting Surabaya sebagai penggerak ekonomi di kawasan tersebut. Lebih jauh, Jamhadi menekankan pentingnya posisi Kadin dan jajarannya dalam menggerakkan roda perekonomian, mengingat Surabaya merupakan salah satu kota pusat ekonomi dengan kontribusi yang besar dari 38 kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Jawa Timur. Sementara itu, Ketua Kadin Surabaya, H. M. Ali Affandi, menjelaskan bahwa seluruh pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan sinergi seluruh pengurus Kadin. Ia menambahkan bahwa kerjasama yang baik dengan Pemkot Surabaya akan terus berlanjut hingga periode 2024-2029, mengingat niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Kadin Surabaya untuk periode selanjutnya. Andi, yang merupakan satu-satunya calon bakal Ketua Kadin Surabaya untuk periode tersebut, akan menjalani proses pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada Musyawarah Kota (Mukota) ke-VII pada 17 Oktober 2024. Musyawarah ini akan membawa sejumlah misi penting, seperti menyerap aspirasi dari para pelaku usaha yang menjadi anggota Kadin tentang berbagai tantangan usaha, serta menyelaraskan program kerja yang menjadi prioritas untuk peran strategis Kadin dalam mendukung pemerintah. Selain itu, Mukota VII juga difokuskan pada optimalisasi infrastruktur internal yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota Kadin, serta memperkuat hubungan baik dengan pihak pemerintah dan berbagai *stakeholder* lainnya. ANTARA