JAKARTA –
**Borneonews - Nusa Dua, Bali**, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia menekankan pentingnya menjaga kesehatan laut dalam sesi *The 6th International Marine Spatial Planning (MSP) Forum* yang berlangsung di Nusa Dua, Bali. Forum ini menyoroti keberlanjutan sumber daya laut dan penerapan *ekonomi biru* sebagai pendekatan yang krusial. Penataan ruang laut dianggap sebagai elemen fundamental dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan pelaksanaan *ekonomi biru* yang bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya laut tanpa mengorbankan kesehatannya. Melalui keterangannya, Suharyanto, Pelaksana Tugas Direktur Perencanaan Ruang Laut KKP, mengungkapkan rasa bangga Indonesia sebagai tuan rumah MSP Forum pertama di Asia. Forum ini memberikan platform untuk menyuarakan pentingnya rencana tata ruang laut dalam pengelolaan berkelanjutan dari sumber daya kelautan dan perikanan. Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari lima puluh negara di seluruh benua, mencakup berbagai pemangku kepentingan seperti pembuat kebijakan, praktisi pemerintah, organisasi non-pemerintah (NGO), pengusaha sektor maritim, perencana, peneliti, dan masyarakat luas. Keragaman ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama. Kepala Bidang Kebijakan Maritim dan Koordinasi Regional UNESCO-IOC, Julian Barbiere, juga menyampaikan bahwa MSP Forum yang diadakan di Indonesia akan menghasilkan rekomendasi strategis untuk perencanaan tata ruang laut secara global di masa depan. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi panduan untuk implementasi yang lebih baik di berbagai negara. Dalam forum ini, para peserta mendalami tiga topik utama yang menjadi bagian dari Peta Jalan MSP global, yaitu perlindungan dan restorasi laut, adaptasi terhadap perubahan iklim, serta penerapan ekonomi biru yang berkelanjutan. Tiga isu ini sangat relevan dalam konteks tantangan global saat ini. Adapun rekomendasi yang dihasilkan forum ini meliputi peningkatan literasi terkait perencanaan ruang laut yang mengedepankan kepentingan konservasi dan restorasi laut. Langkah ini didorong melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan penyusunan panduan global untuk mengintegrasikan isu perubahan iklim dalam setiap perencanaan ruang laut. Wen Xi Zhu, Kepala Sub-Komite Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO Pasifik Barat, menyatakan bahwa Indonesia merupakan contoh yang baik dalam menerapkan perencanaan tata ruang laut untuk berbagai kegiatan yang memanfaatkan potensi ruang laut. Ia menekankan bahwa praktik ini tidak hanya dapat menginspirasi negara-negara lain, melainkan juga berpotensi untuk skala regional dan global. Selama empat hari penyelenggaraan MSP International Forum ke-6, beragam kegiatan telah dilaksanakan, termasuk diskusi panel, dialog antar pemangku kepentingan, serta kunjungan lapangan untuk melihat langsung pemanfaatan ruang laut di Bali. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran nyata tentang penerapan konsep yang dibahas dalam forum. Sebagai bagian dari acara ini, juga dilakukan pelepasan penyu sebagai simbol komitmen terhadap perlindungan ekosistem laut. ANTARA