BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Pj Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Safriati, mengajak para pengrajin rotan dari Kabupaten Aceh Besar untuk memanfaatkan kemajuan teknologi digital demi perluasan pasar produk kerajinan mereka. Menurutnya, produk-produk kerajinan rotan dari Aceh diharapkan dapat bersaing baik di tingkat nasional maupun internasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Safriati usai melakukan kunjungan ke Gampong Kueh, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, yang bertujuan untuk melakukan pembinaan serta penilaian atas desa kerajinan. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan para pengrajin untuk lebih beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga produk mereka dapat dipasarkan secara lebih luas melalui platform digital dan media sosial yang kini tersedia. Safriati menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai alat promosi dan pemasaran. Dengan demikian, para pengrajin dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. Namun, dia juga menggarisbawahi bahwa penggunaan rotan dalam kerajinan tidak hanya terbatas pada kebutuhan dasar, melainkan juga telah berkembang menjadi peluang besar dalam industri kreatif, seperti pembuatan kursi, tudung saji, rak serbaguna, hiasan dinding, dan berbagai produk inovatif lainnya. Lebih lanjut, Safriati menyatakan bahwa kreativitas dan kualitas produk harus terus ditingkatkan. Aceh sendiri memiliki ketersediaan bahan baku rotan yang melimpah, menyiratkan adanya potensi besar bagi pengembangan industri rotan di daerah tersebut. Ia pun mengharapkan dukungan dari dinas terkait agar dapat membantu pengrajin dalam mengembangkan ide-ide serta strategi pemasaran produk. Pentingnya regenerasi dalam dunia kerajinan juga menjadi perhatian bagi Safriati. Dia mengungkapkan bahwa mayoritas pengrajin saat ini berasal dari generasi yang lebih tua, sedangkan banyak talenta muda yang berpotensi terlibat untuk mengembangkan industri ini menjadi lebih baik. Oleh karena itu, ia mengajak Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk lebih aktif dalam memberikan pembinaan kepada para pengrajin lokal. Selain itu, pembentukan koperasi pengrajin dianggap krusial. Dengan adanya koperasi, akan lebih mudah bagi pengrajin untuk mendapatkan dukungan dan bantuan dari pemerintah serta mitra lainnya. Safriati menjelaskan, jika koperasi telah terbentuk, para pengrajin akan lebih mudah dalam menggandeng mitra seperti perusahaan melalui program *Corporate Social Responsibility* (CSR) atau lembaga terkait lainnya. Di sisi lain, Pj Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Besar, Cut Rezky Handayani, mengungkapkan bahwa di desa tersebut terdapat 63 pengrajin yang tergabung dalam sepuluh kelompok. Ia berharap bahwa berbagai program pembinaan yang telah diberikan akan mampu meningkatkan welfare para pengrajin. Harapannya, Cut Rezky juga agar desa tersebut dapat menjadi ikon kerajinan rotan di Aceh, serta sentra kerajinan yang menarik perhatian wisatawan. Tujuannya adalah agar industri kerajinan rotan di Aceh Besar dapat menjadi salah satu yang terbaik di provinsi tersebut, sekaligus sebagai destinasi wisata yang diminati. ANTARA