BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Penjabat Gubernur Aceh, Safrizal ZA, mengingatkan dua Penjabat Bupati yang baru dilantik untuk menegakkan hukum terkait praktik pertambangan ilegal di wilayah masing-masing. Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan resmi yang berlangsung di Banda Aceh. "Pendekatan tegas terhadap aktivitas ilegal sangat diperlukan, sementara kegiatan yang sah perlu kita lestarikan agar tetap dalam koridor yang ditetapkan," ungkapnya. Pernyataan tersebut disampaikan setelah pelantikan tiga penjabat kepala daerah, yang meliputi Penjabat Bupati Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Tenggara, di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh. Para penjabat yang dilantik adalah Azwardi sebagai Penjabat Bupati Aceh Barat, yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Aceh; Iskandar AP sebagai Penjabat Bupati Nagan Raya, yang merupakan Asisten III Gubernur Aceh; dan Taufik sebagai Penjabat Bupati Aceh Tenggara, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh. Safrizal menegaskan bahwa bagi daerah seperti Aceh Barat dan Nagan Raya, yang memiliki potensi besar dalam sektor pertambangan, pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan lingkungan. Ia ingin memastikan bahwa hasil dari pertambangan batu bara tidak hanya menguntungkan pengusaha, tetapi juga memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi lokal. "Melalui pengelolaan yang bijak, tidak hanya alam bisa kita lestarikan, tetapi masyarakat juga dapat merasakan manfaat dari potensi yang diberikan oleh Allah SWT," tambahnya. Sementara itu, bagi Penjabat Bupati Aceh Tenggara, Safrizal memberikan perhatian khusus terkait penanganan bencana. Mengingat daerah tersebut mengalami banjir, dirinya meminta agar Penjabat Bupati segera melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera memberikan bantuan. "Pj Bupati Aceh Tenggara kami harap dapat secepatnya terjun dan berkoordinasi, karena BNPB sudah menunggu untuk memberikan pertolongan," tegasnya. Dalam konteks bencana yang sedang terjadi, Pemerintah Aceh juga tengah mempersiapkan bantuan yang diperlukan, serta melakukan identifikasi penyebab banjir bandang yang terus menerus melanda Aceh Tenggara. "Kami juga sedang merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengurangi angka korban di daerah tersebut," pungkas Safrizal ZA. ANTARA