JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menunjukkan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di tanah air, terutama di daerah yang termasuk dalam kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Keputusan ini merupakan bagian dari inisiatif untuk mendorong pembangunan yang lebih merata di berbagai wilayah di Indonesia. Pendekatan yang diambil oleh IIF termasuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, yang merupakan langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut. Nastantio W. Hadi, yang menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum dan Sekretaris Perusahaan IIF, menegaskan pentingnya kolaborasi ini. Dia mengungkapkan, “Kami berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis, termasuk BUMN, demi memajukan sektor telekomunikasi dan informasi di Indonesia,” dalam sebuah keterangan yang disampaikan di Jakarta. Salah satu upaya signifikan dari IIF adalah kolaborasi strategis dengan LEN Group, yang terwujud dalam proyek Palapa Ring Paket Tengah. Proyek ini dibiayai sebesar Rp975 miliar melalui kredit sindikasi yang melibatkan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI). Fokus dari proyek ini adalah untuk meningkatkan konektivitas telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia, sehingga layanan telekomunikasi dapat diakses hingga ke daerah yang paling terpencil sekalipun. Ini tentunya akan sangat membantu dalam meningkatkan akses informasi bagi masyarakat di sana. IIF juga berinvestasi sebesar Rp340 miliar dalam proyek pembangunan infrastruktur Base Transceiver Station (*BTS*), yang ditujukan untuk meningkatkan jaringan telekomunikasi di daerah 3T, termasuk wilayah Papua Barat dan Papua Tengah. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat untuk mengakses informasi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Sebagai pengakuan atas komitmen dan pencapaian yang telah dilakukan, IIF berhasil meraih penghargaan "Apresiasi Mitra BUMN Champion 2024", yang diadakan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara pada 10 Oktober 2024. Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas dedikasi IIF dalam mendukung pembiayaan infrastruktur di Indonesia. IIF sendiri merupakan lembaga keuangan swasta non-bank yang berfokus pada pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi. Lembaga ini didirikan pada 15 Januari 2010 melalui inisiatif Kementerian Keuangan, yang bersinergi dengan Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, serta lembaga multilateral lainnya. Dengan fondasi yang kuat ini, IIF berkomitmen untuk terus berkontribusi pada pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia. ANTARA