**Borneonews - Sampit,** Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, yang berada di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap kemungkinan kemunculan buaya, terutama saat musim hujan. Perubahan musim ini sering kali bertepatan dengan masa kawin bagi satwa tersebut.
"Pada akhir musim kemarau yang berganti ke musim hujan, biasanya akan menjadi periode kawin dan bertelur bagi buaya. Kami ingin mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, karena saat-saat ini buaya cenderung lebih sering terlihat," jelas Muriansyah, Komandan BKSDA Resort Sampit, pada hari Sabtu.
Beliau menambahkan bahwa dalam minggu terakhir, terdapat beberapa laporan mengenai kemunculan buaya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya. Beberapa lokasi yang melaporkan temuan tersebut antara lain adalah Desa Ramban di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kelurahan Mentaya Seberang, serta Desa Terantang di Kecamatan Seranau.
Frekuensi laporan kemunculan buaya yang meningkat ini diduga berkaitan dengan dimulainya musim hujan yang melanda wilayah Kotim sejak akhir bulan September. Pada awal musim hujan, buaya adalah satwa yang lebih aktif muncul ke permukaan, sehingga meningkatkan potensi terjadinya interaksi dengan manusia.
Dalam kondisi ini, buaya biasanya menjadi lebih sensitif dan agresif, yang berarti bahwa kemungkinan terjadinya konflik antara buaya dan manusia juga meningkat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih hati-hati, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai. Muriansyah menyarankan agar warga, terutama yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, menghindari turun ke sungai pada malam hari.
Beliau juga mengingatkan agar masyarakat menjauhi tindakan yang dapat membuat predator air ini mendekat, seperti tidak memelihara ternak di tepi sungai dan tidak membuang bangkai binatang ke dalam sungai. Muriansyah menggarisbawahi bahwa sering kali terdapat kesalahpahaman mengenai larangan membuang sampah rumah tangga ke sungai. Sampah tersebut sebenarnya tidak menarik bagi buaya, melainkan dapat menarik satwa lain seperti monyet atau biawak yang berpotensi menjadi mangsa buaya.
"Ketiga tindakan tersebut dapat mengundang buaya ke area permukiman, jadi kami berharap masyarakat bisa menghindari perilaku tersebut," tambah Muriansyah.
Sebagai langkah proaktif, pihak BKSDA juga telah memasang spanduk peringatan dan imbauan di beberapa lokasi yang sering terlihat buaya, agar warga di sekitar dapat lebih waspada ketika berada di daerah tersebut.
ANTARA
Waspada Kemunculan Buaya Saat Musim Hujan di Kotawaringin Timur
Bagikan:

PALANGKARAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







