BANTEN –
**Borneonews - Tangerang**, Pemerintah Kota Tangerang, Banten, telah menganggarkan dana sebesar Rp10 miliar untuk program renovasi atau *bedah* rumah tidak layak huni pada tahun 2025. Sasaran dari program ini adalah sebanyak 500 unit rumah yang membutuhkan perbaikan. Dr. Nurdin, yang menjabat sebagai Penjabat Wali Kota Tangerang, menyampaikan bahwa program renovasi ini merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Daerah (RPD) untuk periode 2024 hingga 2026. "Dalam nota Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 yang telah diajukan kepada DPRD, kami telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk memperbaiki 500 unit rumah," ungkap Dr. Nurdin pada hari Sabtu di Tangerang. Dalam RPD tersebut, Pemkot Tangerang berkomitmen untuk merenovasi total 900 unit rumah tidak layak huni selama tiga tahun kedepan. Sejak tahun 2014, pemerintah setempat telah berhasil memperbaiki sebanyak 8.182 unit rumah serta membangun 6.227 jamban. Untuk tahun 2024 saja, sebanyak 150 unit jamban telah berhasil dibangun. Selain itu, tahun ini Pemkot Tangerang juga melaksanakan program jamban keluarga dengan total 150 unit. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2015 dan turut berkontribusi dalam pembangunan 6.227 unit jamban. Decky Priambodo, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tangerang, menekankan bahwa program *bedah* rumah ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga mengaddress isu-isu yang lebih luas seperti penanganan kawasan kumuh, pengurangan tingkat kemiskinan, upaya pencegahan stunting, serta penanganan Tuberkulosis (TBC). "Kami telah menyusun program-program yang saling terintegrasi di Pemkot Tangerang, sehingga setiap kegiatan dapat mencapai beberapa target output sekaligus," jelas Decky. Program ini memiliki relevansi tinggi dengan empat kegiatan utama, antara lain pengurangan prevalensi stunting, penanganan kawasan kumuh, penurunan kemiskinan ekstrem, dan pengurangan angka TBC. Sebagai contoh, dalam upaya penanggulangan TBC, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kondisi rumah yang diperbaiki, memastikan tidak ada kelembapan serta ventilasi yang cukup untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Selain itu, penerima manfaat dari program *bedah* rumah ini juga akan menjalani skrining untuk TBC. ANTARA