PALEMBANG –
**Borneonews - Palembang**, Darma Wanita Persatuan (DWP) Kota Palembang bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Provinsi Sumatera Selatan untuk memberikan edukasi kepada para pelajar tentang penanggulangan *bullying* atau perundungan. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga keamanan dan kesejahteraan di lingkungan sekolah. Ketua DWP Palembang, Ida Royani Aprizal, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan KPAID ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang cara yang tepat dalam menghadapi situasi di mana mereka atau teman-teman mereka mengalami perundungan, pelecehan seksual, atau peredaran narkotika, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Ida menekankan pentingnya perhatian orang tua terhadap anak-anak dalam mencegah tindakan *bullying*. Dalam kegiatan ini, para siswa diajarkan nilai-nilai moral dan pedoman yang dapat mereka gunakan ketika menghadapi perundungan. Pemateri dari KPAID Provinsi Sumsel, Heru, menambahkan bahwa *bullying* tidak hanya terjadi dalam bentuk fisik atau verbal, tetapi juga dapat terjadi melalui media elektronik dan media sosial. Ia memberikan contoh, seperti tindakan yang menyakitkan dengan membuat meme atau stiker menggunakan wajah teman yang bersangkutan. Heru juga memberikan beberapa saran untuk mencegah tindakan perundungan, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar. Ia merekomendasikan agar siswa dapat menatap tegas mata pelaku perundungan sebagai bentuk respon. Jika pelaku berkelompok, ia menyarankan agar siswa segera menghindar dan melaporkan situasi tersebut kepada orang dewasa atau pihak berwenang. Selain menyosialisasikan gerakan anti-*bullying*, DWP Kota Palembang turut menggalakkan gerakan menanggulangi pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba. Dalam acara tersebut, mereka juga membagikan vitamin dan memberikan santunan kepada pelajar di SMPN 50 Palembang yang berasal dari keluarga prasejahtera. DWP Kota Palembang juga memberikan cenderamata kepada siswa dan guru yang berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Ketua DWP Kota Palembang, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. ANTARA