**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 1.352 pelaut Indonesia yang sedang bertugas di atas kapal-kapal berflag Panama. Penegasan tersebut disampaikan oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut, Hendri Ginting, dalam sebuah pernyataan resmi di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Hendri juga menginformasikan tentang keberadaan pelaut asing yang bekerja di kapal berbendera Indonesia, di mana jumlahnya mencapai 325 orang. Kebanyakan dari mereka berasal dari Panama. Hal ini menunjukkan adanya dinamika dalam sektor maritim yang melibatkan tenaga kerja antar negara.
Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub turut mengambil bagian dalam sebuah forum maritim berjudul *Maritime Forum: Opportunities and Challenges of Maritime Industry: Panama and Indonesia, the Way Forward*. Forum ini diadakan secara hybrid, diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Panama City, bekerja sama dengan Universitas Maritim Panama.
Hendri Ginting, yang berperan sebagai narasumber dalam forum ini, menekankan pentingnya diskusi tersebut untuk memperkuat hubungan maritim antara Indonesia dan Panama. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa dengan mengatasi tantangan bersama dan memanfaatkan potensi masing-masing, kedua negara dapat menciptakan jalur menuju kemakmuran dan pembangunan maritim yang berkelanjutan.
Forum ini bukan hanya berfokus pada aspek perdagangan dan pelayaran, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan, inovasi, dan budaya, yang pada gilirannya akan memperkuat hubungan bilateral kedua negara, ungkap Hendri.
Lebih lanjut,ia menjelaskan bahwa Indonesia dan Panama telah menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang berisi saling pengakuan terhadap pendidikan dan keterampilan para pelaut sesuai dengan regulasi *STCW* I/10. Seusai mengharapkan, forum maritim tersebut dapat mengoptimalkan pemahaman, kolaborasi, serta sinergi antara kedua negara di sektor maritim.
Dalam konteks ini, forum juga diharapkan menjadi platform bagi para ahli untuk berbagi wawasan, mendiskusikan tantangan, dan mencari solusi yang dapat memberikan kontribusi bagi kemakmuran kedua negara. Kolaborasi yang kita bangun telah menghasilkan banyak peluang, baik bagi pelaut kami maupun masyarakat di kedua negara, tambahnya.
Hendri juga mengajak Panama untuk terus berkolaborasi, mencari peluang baru, dan menjadikan MoU yang ada sebagai model untuk kerja sama internasional di bidang maritim. Dia menekankan bahwa terdapat banyak potensi kerjasama, termasuk berbagi pengetahuan, menjajaki pengembangan pelabuhan secara joint venture, berkolaborasi dalam bidang pendidikan maritim, serta melakukan penelitian bersama terkait teknologi dan konservasi laut.
Di masa mendatang, Kemenhub berencana untuk menetapkan tujuan bersama dalam kerja sama maritim, memprioritaskan tindakan kolaboratif, menetapkan jadwal implementasi yang jelas, serta terus menggali potensi kerja sama di sektor maritim. Sebagai mitra, Indonesia dan Panama memiliki potensi untuk memimpin dalam inovasi dan kolaborasi di bidang maritim, kata Hendri.
Forum Maritim ini dilaksanakan di Auditorium Universitas Maritim Panama dengan kehadiran peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dari University of Panama dan Universitas Maritim Panama, dosen, serta anggota lembaga maritim dan diplomatik Panama. Sementara itu, para peserta dari Indonesia hadir secara daring, mewakili dari berbagai instansi, seperti Asosiasi Pemilik Kapal Nasional (INSA) dan Politeknik Maritim Indonesia (Polimarin).
ANTARA
Kerja Sama Maritim Indonesia dan Panama, 1.352 Pelaut Terlibat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Komentar (0)
Memuat komentar…







