**Borneonews - Mataram**, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa suhu udara di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini berkisar antara 23 hingga 37 derajat Celsius. Suhu maksimum tersebut tercatat saat peralihan musim yang terjadi pada malam hingga siang hari.
Juliani Intan Sari, seorang prakirawan BMKG dari NTB, menjelaskan bahwa suhu yang mencapai 37 derajat ini merupakan dampak dari musim kemarau. Dia menambahkan bahwa kondisi cuaca panas juga dipengaruhi oleh peningkatan pemanasan yang menyebabkan penguapan tinggi, yang pada gilirannya berkontribusi pada pembentukan awan yang lebih banyak.
"Sementara itu, tutupan awan yang cukup tebal memiliki peran dalam menahan suhu hangat yang terakumulasi dekat permukaan," ungkap Juliani. Akibatnya, suhu udara terasa lebih hangat dan bertahan dalam rentang waktu lebih lama. Sebaliknya, saat suhu udara dingin sebelumnya, tutupan awan yang tidak terlalu banyak menyebabkan kehangatan di permukaan cepat hilang.
Juliani menambahkan, suhu normal di NTB umumnya berada dalam rentang 22 hingga 33 derajat Celsius.
Di sisi lain, BMKG juga mencatat adanya fenomena badai matahari yang diperkirakan akan melanda Indonesia selama tiga hari ke depan. Semua pihak diminta untuk mewaspadai berbagai dampak yang ditimbulkan oleh badai ini.
Kepala Tim Bidang Geofisika Potensial BMKG, Syrojudin, mengungkapkan bahwa badai kuat dari matahari ini diprediksi akan berkisar pada indeks ekstrem (G4) dan berlangsung antara 11 hingga 13 Oktober 2024. "Puncak badai diprediksi terjadi pada hari ini, Jumat, 11 Oktober 2024," jelasnya.
Berdasarkan informasi dari lembaga oseanik dan atmosfer NOAA, ledakan matahari yang terjadi pada 7 Oktober lalu menyebabkan badai magnet dengan skala G4 di Bumi. Ledakan ini merupakan letusan besar yang memancarkan radiasi elektromagnetik dari matahari yang berlangsung selama beberapa menit hingga jam.
Hasil analisis dari tim geofisika BMKG menunjukkan bahwa dampak dari badai matahari ini dapat mengganggu jaringan internet, termasuk sistem yang menggunakan satelit seperti *Starlink*. Syrojudin menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menjalani aktivitas atau transaksi yang bergantung pada jaringan internet dan komunikasi berbasis radio selama periode badai matahari ini.
ANTARA
Suhu Udara NTB Capai 37 Derajat, Waspada Badai Matahari
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Salurkan Kredit Rp53 Triliun kepada 2,1 Juta Debitur
Realisasi KUR Tembus Rp260 Triliun hingga Oktober 2026
Pertamina Larang Pembelian Pertalite Berulang untuk Dijual Kembali
Aston Martin Gunakan Livery Spesial di GP Amerika Serikat
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Modal
Bank Mandiri Beri Nilai Tambah ke Pemegang Saham Lewat Dividen-Buyback
Komentar (0)
Memuat komentar…







