BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah, menyoroti pentingnya optimalisasi sektor pariwisata dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, hingga saat ini sektor pariwisata di Kotim belum dikelola secara maksimal. Hal tersebut terbukti dari laporan yang disampaikan oleh mitra Komisi III DPRD Kotim, di mana target PAD dari sektor ini belum tercapai.
Salah satu contoh yang disampaikan Riskon adalah potensi wisata Sungai Mentaya yang memiliki kapal wisata, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah.
Selain itu, aset wisata seperti di Pantai Ujung Pandaran juga belum mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait. Kondisi ini tentu sangat disayangkan mengingat besarnya potensi pariwisata yang bisa menjadi andalan dalam meningkatkan PAD Kotim.
Riskon juga menyebutkan aset pariwisata berupa miniatur rumah Betang sebagai salah satu contoh fasilitas yang belum dikelola dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim. Padahal, jika dikelola dengan baik, aset-aset ini dapat menjadi daya tarik wisata yang kuat dan berkontribusi signifikan terhadap PAD.
"Sayangnya, belum ada langkah konkret untuk memaksimalkan potensi-potensi ini," kata Riskon, Sabtu, 12 September 2024.
Dalam rangka meningkatkan PAD dari sektor pariwisata, Riskon menekankan pentingnya komitmen dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menyusun anggaran khusus promosi.
Menurutnya, promosi yang efektif sangat diperlukan agar destinasi wisata di Kotim dikenal lebih luas oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. "Tanpa promosi yang memadai, potensi wisata yang ada sulit untuk berkembang," tambahnya.
Dia juga berharap agar Pemkab Kotim lebih serius dalam melakukan perawatan dan pengelolaan aset-aset pariwisata yang ada.
Pengelolaan yang baik tidak hanya akan menarik lebih banyak pengunjung, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat, seperti menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan usaha kecil dan menengah.
Ia juga mengingatkan agar ada kolaborasi antara berbagai pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, untuk bersama-sama memajukan sektor pariwisata.
"Perlu sinergi yang baik antara semua pihak agar potensi pariwisata dapat benar-benar dioptimalkan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









