BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpustaka) Kabupaten Kapuas, telah menerima kunjungan rombongan Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Rumah Betang Bukit Ngalangkang Kuala Kapuas.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka studi komparasi terkait digitalisasi arsip dan perpustakaan (Arpus) yang sedang diterapkan di Kabupaten Kapuas.
Suwarno Muriyat dalam paparannya menyampaikan komitmen kuat dari Pj. Bupati Kapuas terhadap pengembangan digitalisasi arsip dan perpustakaan.
Ia juga memaparkan sejumlah prestasi yang telah diraih Disarpustaka Kapuas serta berbagai program transformasi dan inovasi yang telah berjalan.
Salah satu inovasi yang disorot adalah pengelolaan hidroponik di halaman Disarpustaka, hasil kolaborasi antara karyawan Disarpustaka, Dharma Wanita Persatuan, dan Kwarcab Gerakan Pramuka Kapuas.
"Kegiatan ini menjadi contoh nyata implementasi dari hasil membaca dan pembelajaran melalui internet, ini hal hal yang kami sampaikan kemarin saat menerima kunker mereka DPRD Kalsel," katanya, Sabtu, 12 Oktober 2024.
Selain itu, juga telah dilaksanakan program pembinaan untuk sebelas perpustakaan desa penerima bantuan sebelas ribu buku serta rak dari Perpustakaan Nasional tahun 2024.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di daerah tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), yang bertujuan meningkatkan akses dan peran perpustakaan dalam pembangunan sosial.
Ia juga menjelaskan upaya untuk meningkatkan budaya literasi melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Kepolisian, Dinas, Badan, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal.
Beberapa program unggulan yang sedang dijalankan di antaranya adalah aplikasi Spot Baca, iKapuas, dan SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) yang memungkinkan korespondensi tanpa kertas, serta Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) dan Layanan Pengelolaan Arsip Keluarga (LAPAK).
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, yang didampingi oleh Sekretaris, empat anggota Komisi IV, dan beberapa pendamping, menjelaskan alasan pemilihan Disarpustaka Kapuas sebagai tujuan studi komparasi.
Menurutnya, melalui media cetak, online, dan informasi dari berbagai pihak, mereka mengetahui bahwa Disarpustaka Kapuas telah berhasil menerapkan digitalisasi arsip dan perpustakaan dengan sangat baik, bahkan meraih prestasi terbaik di Kalimantan Tengah dan mendapat nilai "Sangat Baik" (BB) di tingkat nasional.
"Kami sangat terkesan dengan capaian digitalisasi arsip dan perpustakaan di Kabupaten Kapuas. Ini merupakan contoh yang baik bagi kami di Kalimantan Selatan. Proses digitalisasi sangat penting di era modern untuk meningkatkan efisiensi dan akses informasi," ujarnya.
Selama kunjungan, rombongan juga berdiskusi tentang berbagai aspek pendukung digitalisasi, seperti anggaran, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, serta kendala dan potensi yang ada. Mereka juga mencoba beberapa fasilitas yang ada di Disarpustaka Kapuas, seperti studio mini, Spot Baca, dan Pojok Baca Digital (Pocadi). (DODI/R)








