PALU –
**Borneonews - Poso**, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, baru-baru ini menyerahkan sejumlah Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) yang berkaitan dengan pengetahuan tradisional kepada Pemerintah Kabupaten Poso. Acara tersebut berlangsung dalam rangka Festival Danau Poso 2024. Dalam sambutannya, Menkumham menekankan bahwa kekayaan intelektual merupakan elemen krusial dalam kebijakan ekonomi, karena memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penyerahan sertifikat ini diharapkan dapat memberikan perlindungan hukum bagi produk-produk lokal yang telah ada. Menkumham RI juga menghadiri Festival Danau Poso 2024, yang diselenggarakan bersamaan dengan acara puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBI dan BBWI) pada malam hari tanggal 11 Oktober. Dalam kesempatan tersebut, ia secara simbolis menyerahkan sertifikat yang mencakup kekayaan intelektual komunal dari berbagai pengetahuan tradisional, seperti Beka Loka, Tambi, Onco Marago Masapi, dan Ituwu Wayawo, kepada pihak pemerintah daerah. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 17 jenis Kekayaan Intelektual Komunal yang telah terdaftar dalam sistem nasional di Kabupaten Poso. Menkumham berharap penyerahan sertifikat ini menjadi titik tolak untuk sejarah baru dalam perlindungan hak kekayaan intelektual di komunitas-komunitas lokal dan berharap agar perlindungan ini terus berkembang ke depannya. Plt Bupati Poso, M Yasin Mangun, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Menkumham di daerah tersebut, serta dukungannya terhadap upaya pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia menjelaskan bahwa sertifikat kekayaan intelektual ini akan semakin memperkuat perlindungan terhadap produk dan karya lokal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Bupati juga menyatakan harapannya agar festival ini mampu mempromosikan Kabupaten Poso sebagai destinasi wisata yang menarik, serta memperkenalkan produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kepada khalayak yang lebih luas. Tema Festival Danau Poso 2024 mengusung istilah “Spirit Of Molimbu (Limbayo Pombetirinai)”, yang menunjukkan fokus pada pelestarian Tradisi Molimbu, sebuah tradisi bagi masyarakat untuk berkumpul dan berbagi makanan dalam suasana suka maupun duka. Festival Danau Poso, yang merupakan bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2024, tidak hanya menonjolkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga berfungsi sebagai platform untuk pameran produk UMKM. Acara ini berlangsung selama tiga hari, dari 11 hingga 13 Oktober, dan diadakan di Anjungan Danau Poso, Tentena, Kabupaten Poso. Selama festival, berbagai produk khas dari Sulawesi Tengah, mulai dari tenun ikat hingga kerajinan tangan dan makanan olahan, dipamerkan dan dijual kepada pengunjung. ANTARA