JAKARTA –
**Borneonews - Madrid**, Kementerian Luar Negeri Spanyol telah memanggil kuasa usaha ad interim dari Israel yang berkedudukan di Madrid. Tindakan ini diambil untuk menyampaikan protes resmi mengenai serangan yang dilakukan terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon, atau yang lebih dikenal dengan sebutan *UNIFIL*. Dalam rangka operasi ini, sekitar 670 personel PBB yang diberi tugas dari Spanyol berada di lokasi. Laporan terkait hal ini diterbitkan oleh surat kabar *El Pais* yang mengutip sumber dari kalangan diplomatik pada hari Jumat. Langkah pemanggilan diplomat Israel ini menyusul tindakan serupa yang diambil oleh Italia dan Prancis. Tindakan ini tidak hanya sebatas reaksi terhadap serangan tersebut, tetapi juga terkait dengan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Israel mengenai Spanyol dan warganya baru-baru ini. Sebelumnya, Departemen Luar Negeri Israel merilis sebuah pernyataan yang menyebutkan bahwa "Spanyol telah menjadi tempat bersarangnya kebencian dan penghasutan terhadap penghancuran Israel". Pernyataan ini muncul setelah sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh *Palestinian Alternative Revolutionary Path Movement* (Masar Badil) dan unjuk rasa yang berlangsung di Madrid pada minggu lalu. Di hari yang sama, pemerintah Spanyol mengutuk serangan Israel yang menghantam markas UNIFIL di kota Naqoura, Lebanon, dan melayangkan seruan agar Israel segera menghentikan serangan tersebut. Dalam rentang waktu Kamis dan Jumat, serangan terhadap UNIFIL dikabarkan telah melukai sejumlah anggota pasukan penjaga perdamaian. Sejak 1 Oktober, Israel melangsungkan operasi darat terhadap kelompok Hizbullah yang beroperasi di wilayah selatan Lebanon, bersamaan dengan serangan udara yang intensif. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa jumlah korban jiwa akibat konflik ini telah mencapai 2.000 orang per Rabu lalu. Meskipun menghadapi kerugian, kelompok Hizbullah tetap melanjutkan perlawanan terhadap pasukan Israel di daratan dan meluncurkan roket yang menerobos perbatasan. Israel mengklaim bahwa tujuan utama dari operasi ini adalah untuk menciptakan keadaan yang memungkinkan sekitar 60.000 warga Israel yang telah terdampak akibat baku tembak di utara Israel untuk kembali ke rumah mereka. ANTARA