**Borneonews - Solo, Jawa Tengah**, Atlet para-atletik Suparniati dari Provinsi Riau baru-baru ini merayakan momen istimewa ketika ia dan rekan satu kontingennya, Tiwa, berhasil meraih medali emas pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah.
Suparniati dengan penuh kebahagiaan mengungkapkan, "Saya sangat senang Tiwa juga berhasil meraih medali emas." Keberhasilan tersebut ditorehkan Suparniati di nomor tolak peluru F20 putri. Sementara itu, Tiwa sukses merebut medali emas di cabang olahraga para-atletik pada nomor lari 1.500 meter T20 putri. Keduanya berasal dari klasifikasi T20 dan F20 yang dirancang untuk atlet dengan hambatan intelektual.
Perjalanan pertemanan Suparniati dan Tiwa sudah terjalin sejak bertahun-tahun yang lalu. Keduanya hampir selalu sekamar saat mengikuti pemusatan latihan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Suparniati berharap bahwa keberhasilan mereka dalam meraih medali emas bisa menjadi sumber motivasi bagi Tiwa, yang saat ini tengah dalam proses pemulihan dari cedera pinggang. Meskipun mengalami rasa sakit, Tiwa tetap berjuang untuk tampil maksimal di Peparnas 2024.
Kami saling memberikan dukungan satu sama lain. Saya mengatakan kepadanya, 'kalau cedera jangan terlalu dipikirkan, jalani saja', ujar Suparniati, menekankan pentingnya saling menyemangati selama masa-masa sulit.
Kedekatan antara Suparniati dan Tiwa tidak hanya sebatas prestasi, namun juga penuh dengan kenangan berharga. Salah satu momen bahagia yang akan selalu mereka ingat adalah saat persiapan menuju Asian Games 2018 di Jakarta. Pada saat itu, Suparniati sempat menunjukkan solidaritas yang tinggi dengan menolak untuk bertanding di nomor tolak peluru apabila Tiwa tidak ikut dalam perlombaan.
Situasi tersebut mengharuskan tim pelatih para-atletik Indonesia untuk berpikir kreatif. Perlu dicatat bahwa Suparniati adalah atlet putri terbaik di Indonesia untuk nomor tolak peluru, setelah ia memecahkan rekor Asia di ASEAN Para Games 2017 dengan catatan 11,03 meter. Dalam keadaan darurat seperti itu, pelatih Purwo Adi Sanyoto memutuskan untuk mengikutsertakan Tiwa yang lebih dikenal sebagai pelari di nomor lari 400 meter dan 1.500 meter T20 untuk turun di nomor tolak peluru F20.
Hasilnya sangat mengejutkan; pada Asian Para Games 2018 di Jakarta, Suparniati berhasil meraih medali emas dengan tolakan terbaik sepanjang 10,75 meter, sementara Tiwa dengan luar biasa meraih medali perunggu dengan tolakan sejauh 6,44 meter. Pelatih Purwo selanjutnya menegaskan bahwa keputusan untuk melibatkan Tiwa di nomor tersebut sebenarnya bertujuan untuk menemani Suparniati, dan medali perunggu yang didapat oleh Tiwa adalah pencapaian di luar ekspektasi.
Melalui pengalaman-pengalaman ini, Suparniati dan Tiwa tidak hanya menunjukkan bahwa prestasi tinggi dapat dicapai, tetapi juga memperlihatkan arti penting persahabatan serta dukungan antar sesama atlet.
ANTARA
Kebersamaan Suparniati dan Tiwa Raih Emas di Peparnas 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







