JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, mengungkapkan komitmennya untuk membangun gedung parkir sebagai solusi terhadap masalah kemacetan yang kerap melanda kawasan Senopati dan Gunawarman di Jakarta Selatan. Ia menilai pentingnya memanfaatkan lahan yang tersedia di kawasan tersebut untuk proyek ini. Dalam acara 'Ngopi Bareng Mas Pram' yang diadakan di Jakarta, Pramono berpendapat bahwa upaya mengatasi kemacetan tidak akan efisien jika mobil-mobil masih terparkir di tepi jalan. Oleh karena itu, jika terpilih, ia berencana untuk merealisasikan pembangunan gedung parkir di area tersebut. Pramono menjelaskan bahwa di lokasi tersebut terdapat tanah milik PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang memiliki luas sekitar 8.000 meter persegi. Selain itu, kawasan Blok S juga memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan, yang di dalamnya terdapat sebuah sekolah dengan luas hampir satu hektare. "Keberadaan gedung parkir ini diharapkan dapat menghilangkan kebiasaan parkir di pinggir jalan," tuturnya. Lebih jauh, ia menambahkan bahwa pembangunan gedung parkir tidak hanya bermanfaat untuk mengurangi kemacetan, tetapi juga akan menciptakan lapangan kerja baru dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pramono menekankan pentingnya pemimpin Jakarta untuk melakukan terobosan nyata. Ia menilai bahwa kepemimpinan tidak dapat dijalankan dengan cara konvensional yang hanya berorientasi pada kepuasan jabatan semata. "Perlu inovasi yang brilian untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada," tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menyampaikan rencana untuk memberikan akses gratis naik *Transjakarta* kepada 15 kelompok yang saat ini sudah mendapatkan fasilitas serupa. Ia ingin memperluas akses tersebut agar termasuk juga penggunaan *MRT* dan *LRT* tanpa biaya. Kelompok yang dimaksud meliputi pegawai negeri sipil di Pemprov DKI, pemilik Kartu Jakarta Pintar, penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa), serta anggota tim penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Sebagai bagian dari visi jangka panjangnya, mantan Sekretaris Kabinet ini juga menilai perlunya menjalin kerjasama dalam penyediaan angkutan *Transjabodetabek*. Ini adalah langkah penting untuk mengurangi kemacetan yang semakin parah di Jakarta, terutama dengan rencana kawasan aglomerasi Jabodetabekjur di masa depan. ANTARA