SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Bendahara Umum Partai Demokrat Renville Antonio baru saja berhasil meraih gelar doktor dari Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia di Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga. Penghargaan ini diberikan setelah Renville menjalani ujian terbuka untuk mempertahankan disertasi yang disusun di kampus tersebut pada hari Sabtu. Dalam kesempatan tersebut, Renville mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia menyatakan bahwa peran AHY sangat penting dalam memberikan semangat dan dukungan yang berkelanjutan, sehingga ia mampu menyelesaikan disertasinya meskipun memiliki berbagai kesibukan di struktur partai. Judul disertasi Renville adalah “Partai Politik Dalam Pengembangan Profesionalitas Anggota Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.” Ia berharap bahwa hasil penelitiannya ini dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan ilmu pengetahuan di masa depan. Selain itu, Renville juga menginginkan agar proses rekruitmen anggota partai politik ke depannya dapat menghasilkan individu-individu yang professional dan mampu mengemban tugas sebagai legislatif dengan baik. Melalui disertasinya, Renville menekankan pentingnya peranan legislatif dalam konteks Indonesia sebagai negara hukum yang mengedepankan pembagian kekuasaan menjadi tiga pilar. Dia juga menyoroti bahwa integritas dari kader partai politik yang duduk di DPR sangatlah diperlukan. Menurut data yang dipaparkan, sekitar 46,68 persen anggota DPR saat ini ternyata berprofesi sebagai pengusaha. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya potensi konflik kepentingan, baik pada tingkat individu maupun kelompok, yang dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan dan berujung pada penyalahgunaan kekuasaan. Renville menyampaikan, dari sudut pandang legislasi, situasi seperti ini dapat menciptakan kondisi yang perlu diwaspadai. Sebab, hal itu berpotensi melahirkan tindakan yang tidak etis yang bisa berujung pada praktik korupsi, kolusi, nepotisme, serta penyelewengan kekuasaan yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa reformasi di tubuh partai politik sangatlah vital untuk mencegah semakin lemahnya struktur organisasi partai. Dalam perspektif ini, penataan ideologi dan platform, penguatan kohesivitas, manajemen konflik, serta proses rekrutmen dan kaderisasi harus dilakukan dengan serius. Renville berharap agar setiap anggota DPR RI tidak hanya fokus pada keterampilan, tetapi juga meningkatkan keahlian mereka, sehingga dapat lebih efektif menjalankan peran sebagai legislatif dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab anggota legislatif cukup berat, dan sudah barang tentu diperlukan dukungan dari partai politik dalam bentuk penyediaan tenaga ahli melalui pelatihan dan seminar. Ia juga mendorong supaya perbaikan di sektor keuangan partai politik menjadi prioritas utama, dimulai dari sumber hulu hingga hilir, dengan tujuan memberikan hasil yang positif. Selain itu, Renville menekankan perlunya peningkatan dalam proses rekrutmen kader, untuk memastikan calon legislatif ditentukan berdasarkan sistem yang jelas dan bukan sekadar kepentingan elit. Ia percaya bahwa dengan adanya struktur kaderisasi yang terdefinisi dengan baik, anggota partai akan memiliki ikatan ideologis yang lebih kuat terhadap partai serta konstituen yang mereka wakili. Di akhir sidang, Renville memaparkan disertasinya secara mendalam dan komprehensif, memperoleh banyak pujian dari Ketua Tim Sidang yang juga merupakan Direktur Pascasarjana Universitas Airlangga, Prof. Badri Munir Sukoco, Ph.D., didampingi oleh promotor dan co-promotor yang merupakan akademisi terkemuka di bidangnya. ANTARA