BATAM –
**Borneonews - Tanjungpinang**, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Iman Sutiawan, mengungkapkan komitmennya untuk merealisasikan anggaran dalam program penyediaan makanan bergizi secara gratis pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun anggaran 2025. Iman menjelaskan bahwa program makanan bergizi gratis merupakan salah satu kebijakan strategis yang dicanangkan oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Oleh karena itu, tindakan untuk meneruskan dan mengimplementasikan program ini di tingkat daerah menjadi penting, termasuk di wilayah Kepri. "DPRD bertekad agar program makanan bergizi gratis dapat terlaksana mulai tahun depan," ungkap Iman di Tanjungpinang. Pada kesempatan yang sama, ia juga mengajak para kepala daerah terpilih, baik gubernur maupun bupati/wali kota yang akan menghadapi pemilihan daerah serentak 2024, untuk menyiapkan alokasi dana bagi makanan bergizi gratis dalam penyusunan APBD. Dia menekankan bahwa Fraksi Gerindra di DPRD Kepri, bersama dengan partai-partai dalam koalisinya, akan berusaha sekuat tenaga untuk memastikan bahwa program makanan bergizi gratis dapat berjalan dengan baik sesuai dengan arahan pemerintah pusat. "Tujuan utama dari program ini adalah memberikan asupan makanan yang sehat dan bergizi, sehingga kita dapat meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak sebagai generasi muda bangsa Indonesia," jelas Iman. Namun, Iman mengakui bahwa sampai saat ini, pihaknya belum dapat menetapkan besaran anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan program makanan bergizi gratis tersebut di Kepri. Timnya bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi Kepri akan segera mengadakan pembahasan terkait dengan penyusunan APBD murni tahun anggaran 2025, yang ditargetkan akan selesai pada akhir bulan November mendatang. "Harapan kami adalah agar APBD murni 2025 dapat disepakati pada akhir bulan November, karena kami baru saja menyelesaikan pembentukan alat kelengkapan dewan untuk periode 2024-2029," pungkasnya. ANTARA