**Borneonews - Banjarmasin**, Komisi II yang membidangi Ekonomi dan Keuangan dari DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berkolaborasi dengan DPRD Provinsi Bali dalam sebuah diskusi yang difokuskan pada potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta tantangan ekonomi yang mungkin dihadapi di masa depan.
Ketua dari Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menyampaikan bahwa kegiatan diskusi ini merupakan bagian dari kunjungan kerja perdana ke Bali setelah proses pembentukan dan penyusunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) selesai. Ia menjelaskan, "Kami mengadakan kunjungan ke DPRD Provinsi Bali pada Jumat (11/10) untuk mendalami potensi PAD dan mempelajari langkah-langkah strategis yang diambil oleh Bali guna menghadapi tantangan ekonomi."
Yani juga mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalsel memiliki sifat fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir, yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di tingkat global dan regional. Namun, ia optimis bahwa Provinsi Kalsel memiliki sumber daya melimpah yang dapat difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Berkenaan dengan langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh DPRD Provinsi Kalsel, Yani menyatakan dukungan terhadap kebijakan ekonomi daerah yang berorientasi pada sektor-sektor dengan potensi besar untuk meningkatkan perekonomian. "Kami telah berusaha menciptakan sinergi antara legislatif dan eksekutif untuk memperkuat sektor industri, pertanian, dan pariwisata. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing daerah, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global," ungkapnya.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian di Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi Kalsel, Rahmanita, juga menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan inovasi demi pengoptimalan PAD. "Kami menekankan peningkatan pemanfaatan teknologi dalam pendataan dan pengawasan pajak serta retribusi daerah. Ini bertujuan agar pemerintah lebih mudah dalam mengawasi potensi PAD yang mungkin belum bisa dimaksimalkan sepenuhnya," jelas Rahmanita.
Di sisi lain, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ni Ketut Alit Suryatni, memberikan apresiasi atas kunjungan anggota DPRD Provinsi Kalsel yang bertujuan untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan PAD di Bali. "Bali mengandalkan potensi pariwisata sebagai sumber utama PAD, namun kami juga melakukan diversifikasi dengan memperluas ke sektor lain, seperti ekonomi kreatif dan pertanian berkelanjutan," ujarnya.
ANTARA
DPRD Kalsel dan DPRD Bali Bahas Potensi PAD dan Tantangan Ekonomi
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aston Martin Gunakan Livery Spesial di GP Amerika Serikat
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Modal
Bank Mandiri Beri Nilai Tambah ke Pemegang Saham Lewat Dividen-Buyback
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
Komentar (0)
Memuat komentar…







