JAKARTA –
**Borneonews - Ankara**, Tentara Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi baru bagi penghuni di wilayah utara Gaza pada hari Sabtu. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, penduduk di kawasan tersebut diminta untuk segera meninggalkan tempat tinggal mereka dan bergerak menuju arah selatan. Adraee mengarahkan agar warga Gaza utara menggunakan Jalan Salah al-Din untuk mencapai lokasi yang dianggapnya sebagai zona yang lebih aman untuk kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa daerah yang dikenal sebagai D5 akan terus menjadi target aksi militer yang intensif. Tindakan evakuasi ini diambil setelah meningkatnya kegiatan serangan udara dan operasi darat oleh militer Israel di Gaza, terutama di wilayah yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Israel telah memperkuat serangan-serangan ini sebagai respons terhadap serangan lintas batas yang dilakukan oleh kelompok Palestina, Hamas, pada 7 Oktober tahun lalu. Walaupun Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi mendesak untuk dihentikannya operasi militer tersebut, Israel tetap melanjutkan serangannya. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa yang tercatat telah mencapai lebih dari 42.100 orang, di mana mayoritas adalah wanita dan anak-anak. Selain itu, lebih dari 98.100 orang lainnya mengalami luka-luka, berdasarkan informasi yang dirilis oleh otoritas kesehatan setempat. Keadaan ini telah menyebabkan hampir seluruh penduduk Jalur Gaza terpaksa mengungsi, sekaligus berada dalam situasi kritis akibat blokade yang mengakibatkan kekurangan pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Di tengah situasi yang semakin memburuk ini, Israel kini tengah dihadapkan pada tuduhan genosida yang diajukan di Pengadilan Internasional terkait dengan tindakan militernya di Gaza. ANTARA